106 Tambang Beroperasi di Kawasan Geopark Maros-Pangkep
MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Sebanyak 106 perusahaan pertambangan saat ini beroperasi di kawasan Geopark Maros-Pangkep yang telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark.
General Manager Badan Pengelola Maros Pangkep UNESCO Global Geopark, Dedy Irfan, mengungkapkan, sejumlah perusahaan tersebut sudah beroperasi sebelum kawasan ini mendapatkan status warisan dunia dari UNESCO.
Beberapa di antaranya adalah perusahaan besar seperti Semen Tonasa dan Semen Bosowa.
“Sekitar 106 pertambangan beroperasi di kawasan Geopark Maros-Pangkep,” ujar Dedy.
Selain perusahaan semen, beberapa perusahaan lain juga melakukan aktivitas penambangan lain, seperti penambangan marmer dan galian C.
“Di antaranya ada tambang marmer, semen, dan galian C,” tambahnya.
Operasi Tambang Dilindungi UU
Dedy menjelaskan bahwa meskipun aktivitas perusahaan tambang tersebut diperbolehkan oleh undang-undang, pihak pengelola Geopark tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan terhadap mereka.
“Selama berada dalam kawasan pertambangan, itu memungkinkan karena mereka juga dilindungi undang-undang,” tegas Dedy.
Namun, ia menekankan bahwa pihaknya terus mendorong perusahaan-perusahaan tersebut untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Kami memastikan industri ini bertanggung jawab. Selain itu, kami juga memantau sejauh mana pengembangan mereka agar tidak sembarangan memperluas kawasan,” kata Dedy.
Geopark Maros-Pangkep merupakan kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah China. Namun, Dedy menyoroti perbedaan kebijakan antara kedua negara.
Di China, kawasan karst yang termasuk dalam UNESCO Global Geopark tidak diizinkan untuk ditambang, sementara di Indonesia hal tersebut masih diperbolehkan.
Geopark Maros-Pangkep resmi mendapatkan status UNESCO Global Geopark pada tahun 2023, delapan tahun setelah pertama kali diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada 2015.
Kawasan ini merupakan satu-satunya geopark berstatus global di Pulau Sulawesi dan menjadi bagian dari 195 UNESCO Global Geopark di 48 negara.
Dengan luas mencapai 5.251,61 kilometer persegi, kawasan ini terdiri dari wilayah darat dan laut, di mana 55 persennya adalah wilayah laut. Di Indonesia, hingga saat ini hanya ada 10 kawasan yang berstatus UNESCO Global Geopark.
“Di seluruh dunia ada 195 geopark di 48 negara, dan Maros-Pangkep satu-satunya di Sulawesi saat ini,” jelas Dedy.
Geopark Maros-Pangkep juga memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, termasuk lebih dari 800 gua. Sebagian besar gua tersebut pernah dihuni oleh manusia prasejarah yang meninggalkan lukisan dinding atau rock art.
Salah satu lukisan dinding tertua di dunia yang ditemukan di kawasan ini diperkirakan berusia antara 40.000 hingga 50.000 tahun.



