Banner

Syuting di Makassar, “Akal Imitasi” Tawarkan Cerita Pendidikan yang Relate dengan Anak Muda

 Syuting di Makassar, “Akal Imitasi” Tawarkan Cerita Pendidikan yang Relate dengan Anak Muda
Banner
Banner

Makasssr, Radioalmarkaz.co.id- Rumah produksi DL Entertainment resmi memulai proses syuting film terbarunya berjudul Akal Imitasi pada Rabu, 1 April 2026, di Kota Makassar.

Sebelum memasuki tahap produksi, tim terlebih dahulu menggelar rangkaian kegiatan big reading dan syukuran sebagai bentuk kesiapan sekaligus penyatuan visi seluruh kru dan pemain.

Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, dihadiri oleh para aktor, aktris, serta tim produksi.

Film ini disutradarai oleh Zhadam A. Nurdin dan turut dibintangi sejumlah aktor nasional, di antaranya Tika Bravani serta Teuku Rifnu Wikana.
Produser film, Liani Kawati, menjelaskan bahwa Akal Imitasi mengangkat tema pendidikan karakter dengan latar perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin mendominasi kehidupan manusia.

“Teknologi memang memudahkan, tetapi di sisi lain kita mulai kehilangan proses berpikir. Film ini bukan menolak AI, melainkan mengingatkan bahwa ada nilai yang tidak bisa digantikan,” ujarnya.

Film yang ditulis oleh Chairul Rijal Juanda ini mengajak penonton untuk merefleksikan kembali proses belajar, empati, serta pemahaman yang utuh di tengah kemudahan teknologi instan.

Cerita tentang Pendidikan di Masa Depan

Akal Imitasi mengambil latar tahun 2029, ketika dunia pendidikan telah menggunakan sistem pembelajaran berbasis AI bernama PIKO.

Dalam cerita, ketimpangan muncul ketika siswa dengan akses teknologi premium lebih unggul dibanding siswa lain. Tokoh utama, Ika, harus menghadapi keterbatasan sistem sekaligus tekanan untuk bersaing.
Ia kemudian bertemu Rafi, sosok AI humanoid ilegal yang justru mengajarkan cara berpikir logis, bukan sekadar memberikan jawaban instan.

Cerita berkembang menjadi konflik antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses belajar.

Peran dan Tantangan Aktor
Dalam film ini, Teuku Rifnu Wikana berperan sebagai kepala sekolah bernama Pak Damar.

Ia menggambarkan karakter tersebut sebagai sosok yang berada dalam dilema antara mempertahankan metode pendidikan konvensional dan menerima perubahan berbasis teknologi.

“Ada konflik antara guru dengan situasi di mana teknologi AI lebih dipercaya dibanding manusia. Ini yang ingin ditunjukkan dalam film,” ungkapnya.

Menurutnya, peran ini menjadi tantangan tersendiri karena berbeda dari karakter yang selama ini ia mainkan.

Target Edukasi dan Penonton Muda

Saat di temui Rabu (01/04), Produser Liani Kawati menegaskan bahwa film ini difokuskan pada penguatan pendidikan karakter, khususnya bagi pelajar.

Film ini nantinya akan disosialisasikan ke sekolah-sekolah sebagai tontonan edukatif, meski tidak bersifat wajib.

“Kami ingin anak-anak menonton dengan senang, bukan merasa dipaksa. Makanya dikemas dengan pendekatan komedi dan cerita yang dekat dengan kehidupan mereka,” jelasnya.

Ia juga menyoroti fenomena ketergantungan terhadap teknologi seperti AI dalam dunia pendidikan, yang dinilai berpotensi mengurangi kemampuan berpikir kritis siswa.

Produksi 21 Hari di Makassar

Proses syuting Akal Imitasi dijadwalkan berlangsung selama 21 hari di berbagai lokasi di Makassar.
Kehadiran film ini diharapkan dapat menjadi alternatif tontonan edukatif di tengah dominasi film bergenre horor dan drama di industri perfilman saat ini.

Dengan mengangkat isu teknologi, pendidikan, dan karakter, Akal Imitasi diharapkan mampu menjadi refleksi sekaligus hiburan bagi generasi muda Indonesia. (RB)

 

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *