Di Perlukan Penguatan dan Pelibatan Lintas Sektor Pada Kasus TBC Anak dan Remaja

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – TBC (Tuberculosis) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Bakteri tersebut memiliki pengaruh jika masuk kedalam paru-paru dan dapat mengidap sesak nafas yang disertai batuk kronis.
Meskipun penyakit ini lebih jarang terjadi dibandingkan sebelumnya, beberapa kelompok anak-anak dan remaja memiliki risiko tinggi tertular kuman ini.
Program TBC, pada anak dan remaja saat ini marak menjadi pemb ahasan, apalagi program TBC pada anak dan remaja merupakan bagian proses dari siklus hidup. Dan menjadi tujuan utama kita. Kepala bidang P2P dinkes Sulsel Muhammad Yusri Yunus, mengatakan tujuan utama kita, bagaimana menciptakan generasi yang sehat, tanpa adanya penguatan seperti saat ini akan terjadi pelemahan sebuah sub- sistem.
” Perlu penguatan seperti workshop bersama yang berlangsung saat ini apalagi adanya pelibatan Pemprov, Unicef, Kemenkes, dan Yayasan-yayasan kesehatan lainnya sehingga bisa terjalin dengan baik sekaligus menjadi penguatan program TBC, Ungkap Yusri, pada kegiatan Workshop penguatan TBC pada anak dan remaja yang berlangsung selama 2 hari (21-22) Desember 2023, di Hotel Claro , Makassar.
Penguatan TBC pada anak dan remaja ini berfokus pada 3 (tiga) Kab/Kota Makassar, Gowa dan Pinrang. Kata Yusri. Berdasarkan angka cakupan, yang ada itu dari Unicef, perlunya dilakukan penguatan, dan pengamatan, sebab ini bukan perkara kecil dalam menentukan 3 daerah ini, ” Ungkapnya.
Yusri menambahkan bahwa perlu gerakan bersama untuk menyuarakan upaya-upaya promotif dan prepentif, karena kasus TBC ini pada dasarnya hal ini menarik apalagi ads tatanan spesifik pada anak dan remaja. Jangan sampai jumlah kasusnya bertambah, tentu akan jadi momok besar jika hal ini tidak diurus, ledakan angka terhada siklus hidup kiya berpengaruh dalam proses regeberasi kepada tingkat produktifitas, jadi perlu perhatian serius, tegasnya.
Daerah kumuh dan miskin masih menjadi kiblat penyumbang angka TBC di suatu wilayah. Karena itulah perhatian dari semua sektor tidak hanya pada kesehatan saja penguatannya tapi lembaga masyarakat, lintas sektor seperti Kesbagpol dan Bappelitbanda untuk kebutuhan penganggaran supaya penggerak sebuah proses ini dapat terpadu dan terintegrasi dalam sebuah kegiatan untuk kita sama-sama melakukan perbaikan pada usia dini anak dan remaja.
(Ruby Sudikio)



