El Nino, Berkepanjangan Berdampak Debit Air Berkurang Kemampuan PLTA Turun 75% Dari 850 Megawatt.

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Persoalan energi menjadi persoalan bersama dunia yang harus diatasi. Apalagi peralihan ke energi baru terbarukan dianggap dapat meningkatkan ketahanan energi suatu negara termasuk Indonesia dan Sulsel khususnya.
Oleh karena itu kebijakan optimalisasi penggunaan energi terbarukan merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari.
Diperlukan usaha yang maksimal untuk meningkatkan kapasitas terpasang energi listrik dari bauran energi baru dan terbarukan. Utamanya sumber energi lain selain PLTA, agar nantinya prospek dan peluang di Sulsel dapat lebih besar dan optimal mendorong pembangunan.
Berbagai upaya telah dilakukan PT PLN (persero) agar PLTA kembali beroperasi normal. PLN telah melakukan modifikasi cuaca di daerah aliran sungai lokasi pembangkit listrik tenaga air. Apalagi ditengah El Nino, musim Kering yang berkepanjangan tersebut telah berdampak terhadap berkurangnya debit air sehingga menyebabkan kemampuan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) turun sekitar 75 persen dari 850 Megawatt (MW) menjadi 200 MW.
Manajer Komunikasi dan TJLS PLN UID Sulselrabar, Ahmad Amirul Syarif saat di wawancarai pagi tadi, Selasa 24 Oktober 2023 melalui radio razfm mengatakan menindaklanjuti pernyataan keadaan darurat dari Gubernur Sulawesi Selatan tanggal 29 September 2023 dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah 4 Makassar yang memprediksi fenomena El Nino akan berlanjut hingga awal 2024, maka diperlukan langkah strategis dan penanganan bencana secara kolaboratif.
“Seperti diketahui Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan saat ini sangat bergantung terhadap debit air karena 33 persen pembangkitnya berasal dari PLTA.
Ahmad menambahkan berbagai upaya terus dilakukan mulai dari Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) khususnya di daerah aliran sungai lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air. Upaya ini telah membuahkan hasil di mana hujan sudah turun di beberapa lokasi PLTA, harapannya debit air dapat terus bertambah dan suplai listrik bisa kembali normal.
Selain itu kata Ahmad, relokasi pembangkit dari beberapa wilayah tersebar di Indonesia juga terus dilakukan. Pembangkit tersebut akan memasok tambahan daya sebesar 85 Megawatt (MW) dan diharapkan dapat segera membantu sistem kelistrikan di Sulbagsel. Tim ahli pembangkitan juga turut didatangkan ke Makassar untuk mengakselerasi penormalan pasokan listrik.
Di tengah krisis air akibat dampak fenomena El Nino, PLN terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Di lapangan ratusan petugas secara bergantian selama 24 jam tetap bekerja tak kenal lelah untuk memastikan pasokan listrik bisa terus berlangsung setiap harinya.
” Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat, Pemerintah Kota/Kabupaten di seluruh Sulselrabar, TNI-Polri, serta seluruh stakeholder yang sudah membantu PLN dalam melaksanakan berbagai upaya strategis dalam menjaga keandalan pasokan listrik, “Tutur Ahmad. (Ruby Sudikio)



