Banner

Tiga Penyakit Yang Rentan Menyerang di Musim Kemarau

 Tiga Penyakit Yang Rentan Menyerang di Musim Kemarau
Banner
Banner
Tiga Penyakit Yang Rentan Menyerang di Musim Kemarau

MAKASSAR, RADIOAKMARKAZ.CO.ID –
Saat musim kemarau, udara akan menjadi lebih kering dan berdebu. Kondisi tersebut membuat beberapa penyakit lebih rentan menyerang.

Terlebih saat ini ditambah dengan adanya El-Nino cuaca terasa sangat panas.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (Kabid P2P) Sulsel, Dinkes Sulsel Yusri Yunus mengatakan selama El-Nino ada tiga penyakit yang sering menyerang tubuh manusia yakni Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), Demam berdarah dengue (DBD), dan Diare.

“Secara ilmiah cuaca itu mempengaruhi lingkungan, jadi kalau kita mau mengatakan apakah DBD, ISPA dan Diare itu sangat memberikan banyak di El-Nino ini,” kata Yusri di Kantor Dinkes Sulsel, Jumat, 13 Oktober 2023.

Ia mengatakan kasus DBD meningkat di musim kemarau karena perkembang biakan nyamuk yang cukup cepat. Sementara ISPA akibat debu atau polusi udara. Sedangkan penyakit diare akibat kekurang air.

“Contoh kekurangan air bisa berdampak kepada diare, kesadaran masyarakat terkait masalah kebersihan air karena di musim kemarau seperti ini orientasi berpikir kita adalah air,” imbuhnya.

“Faktor cuaca dingin dan lain sebagainya itu bisa tumbuh kembangnya nyamuk itu cepat,” paparnya.

Kata Yusri perkara DBD, ISPA, dan Diare itu bukan perkara baru, upaya mitigasi pun sudah dilakukan mulai dari tingkat puskesmas.

Namun upaya tersebut belum maksimal karena kasus penyakit sperti DBD masih terus meningkat tiap tahun.

Dari data yang diperoleh dari Dinkes Sulsel kasus DBD sebanyak 623 per September 2023 ini.

“Yang menjadi persoalan kita adalah didalam proses pelayanan itu sebenarnya yang perlu kita perbaiki bagaimana keterlibatan semua pihak, saya kira dikesehatan kuat akui bersama bahwa titik pelayan itu sudah strategis hampir seluruh lini sudah tersentuh hanya butuh kita bagaimana dukungan semua sektor, terutama pemerintah desa, kecamatan untuk menjadi perhatian utama terhadap kejadian seperti ini,” imbunya.

Sekedar informasi jumlah kasus kematian akibat DBD di Sulsel dari bulan Januari hingga September tahun 2023 sebanyak 8 orang. Angka itu menurun dibandingkan tahun 2022 yakni 25 orang.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *