Banner

Kualitas Mutu Pendidikan, Turunkan Potensi Anak Putus Sekolah

 Kualitas Mutu Pendidikan, Turunkan Potensi Anak Putus Sekolah
Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, tercatat jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Sulsel cukup tinggi, yakni berkisar antara angka 163 ribu anak di rentang usia 7 sampai dengan umur 18 tahun.

Sitti Eliza Mufti Spesialias Bidang Pendidikan Unicef Sulawesi dan Maluku mengatakan salah satu upaya mencegah ATS dengan meningkatkan mutu pendidikan.

Standar kompetensi guru dinilai penting dalam menentukan mutu pendidikan.

“Jadi mutu pendidikan masih perlu ditingkatkan, permasalahannya kompleks dan pertama terkait dengan kompetensi guru dalam mengajar di sinilah kita pentingnya latihan dan bukan hanya pelatihan saja bagaimana kita memberikan pendampingan sehingga guru itu selalu mendapatkan penguatan secara terus menerus,” kata Eliza usai kegiatan Dialog Interaktif Bersama Jurnalis yang diselanggarakan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Makassar, di Mall Nipah Makassar, Kamis (27/07/23).

Ia menjelaskan perubahan yang dimaksud ialah menyesuaikan pembelajaran dengan lebih adaptif dengan perkembangan tekhnologi.

“Menyesuaikan penggunaan teknologi atau digital, guru mesti bisa mentransformasi cara pembelajarannya supaya bisa lebih adaptif dengan perkembangan saat ini,” ungkapnya.

Hal itu bertujuan agar sistem belajar yang dirasakan siswa lebih menarik.

Lanjut, Eliza menyebutkan peran orangtua sangatlah penting untuk anak tetap bersekolah. Terlebih banyaknya kasus ATS disebabakan oleh ekonomi dan perkawinan dini.

“Peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak anaknya tapi kadang banyak kendala seperti, banyak putus sekolah karena mereka harus bekerja atau sekolahnya jauh sehingga membutuhkan transportasi lebih otomatis biayanya juga tinggi, juga terkait dengan perkawinan anak, disabilitas dan lain lain,” imbuhnya.

Dirinya menerangkan sulitnya mendapatkan data-data ATS.

“Ini tugas kita bagaimana anak anak bisa kembali bersekolah semua butuh proses karena anak anak ini banyak yang tidak diketahui dalam sistem pendidikan makanya kita perlu melakukan pendataan di level masyarakat mengidentifikasi anak anak yang putus sekolah,” bebernya.

Hal yang cukup penting kata Eliza kondisi kondisi sosial dalam sekolah harus dipastikan aman dan nyaman untuk anak.

“Juga iklim sekolah itu juga menyenangkan dan aman supaya tidak ada kekerasan, kalau itu terjadi di sekolah selain mental anak terganggu tapi juga mempengaruhi minat mereka bersekolah,” terangnya.

Dirinya menyampaikan hak pendidikan bagi anak harus dipenuhi oleh orangtua untuk masa depan yang lebih baik.

“Di samping itu kita mesti cepat menangani anak Sekolah supaya mereka mendapatkan masa depan yang lebih baik dalam arti bisa melamar kerja yang baik, bisa menghindar juga dari Pergaulan yang tidak sehat untuk anak,” katanya.

“Kalau kita tidak punya pendidikan maka tidak punya arah maka rentan larinya ke di jalan atau terminal dan itu menimbulkan permasalahan sosial baru lagi,” tutup Eliza. (Shahibul Firdaus)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *