BI, Bangun Kolaborasi Kembangkan Eceng Gondok Di Sulawesi Selatan

MAKASSAR, RAZFM – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) saat ini membantu para pelaku UMKM untuk memasarkan produknya di pasar internasional.
Kepala Divisi Administrasi Implementasi Kebijakan Daerah BI Sulsel Sakti Arif Wicaksono, mengatakan para pelaku UMKM saat ini harus mampu merubah mindset dalam mengelola bisnisnya agar selalu diincar pasar.
Termasuk pengrajin atau pelaku UMKM yang bergerak dibidang pengelolaan eceng gondok. Sistem pengembangan produknya kata Sakti masih sangat kecil, sehingga butuh strategi agar pemanfaatan bahan eceng gondok bisa menyentuh hati.
” Saya kira terkait dengan UMKM apa yang kita lakukan untuk pengembangan UMKM kita bagaimana merubah mindset dari pelaku UMKM itu, bagaimana mereka melakukan berbisnis yang lebih baik, karena memang selama ini kita lihat mereka itu masih lemah dari sisi managementnya, sisi bisnisnya, hanya fokus menjual, padahal ada beberapa kegiatan lain, seperti peningkatan kualitas nya, bagaimana kita memikirkan tenaga kerjanya jadi itu yang kita merubah mindset mereka para pengusaha UMKM ini untuk lebih baik lagi, “tutur Sakti.
Bentuk dukungan yang diberikan Bank Indonesia dengan menghadirkan program UMKM rewako dimana kata Sakti, biasa melakukan, pengusaha-pengusaha yang muda yang sedang akan berkembang itu kita coba latih kita kasih kekuatan terkait dengan materi marketing digital kemudian juga terkait dengan bagaiman cara mengexpor, bagaimana mereka memikirkan management usaha yang baik, itu yang kita kenalkan kepada mereka dan merubah mindset mereka jadi tidak hanya fokus menjual.
Bank Indonesia berencana menciptakan pelaku UMKM yang bergerak di bidang pengelolaan eceng gondok di Sulsel melihat bahwa eceng gondok ini sangat berpotensi untuk dikembangkan dan memang ada beberapa UMKM kami, yang sudah mengolah enceng gondok cuman permasalahnya adalah pemasaran, masalah peningkatan kualitas, mengolah dan penjahitan itu bisa kita kerjasamakan di Jawa Tengah,.
Sakti menambahkan ada target UMKM yang sementara berjalan, 30 UMKM yang telah mendapatkan pendampingan dengan berbagai macam usaha, diantaranya ada di kuliner, maksudnya kuliner ini terkait produk seperti kacang Mede segama macem, coklat segala macam dan Kraft, Kraft ini yang termasuk dalam anyaman-anyaman dan Bastara terkait pengolahan kain dan baju-baju Bastara lokal di Sulawesi Selatan. (Ruby Sudikio)



