Perluas Market Share, KALLA Aspal Ekspansi Ke Pulau Jawa

MAKASSAR, RAZFM – PT. Bumi Sarana Utama atau Kalla Aspal sedang mempersiapkan market share yang lebih luas dengan melakukan ekspansi ke pulau Jawa tepatnya di Cilegon, Provinsi Banten.
Terminal Aspal Curah (TAC) di Cilegon itu dapat memproduksi 21 ribu metrik ton per tahun.
Chief Operation Officer Kalla Aspal Burhanuddin Lestim mengatakan saat ini volume tertinggi masih berada di TAC petama Kalla Aspal yakni di Pare-Pare.
“Sementara ini yang paling tinggi di Terminal Aspal Curah (TAC) Pare-Pare, kita harapkan nanti setelah Cilegon jalan mungkin bisa mengalahkan Pare-Pare,” ujar Burhanuddin di TAC Pare-Pare, Selasa, (18/07/23).
TAC Pare-Pare sendiri kata Burhanuddin telah beridiri sejak tahun 1990, dan kini sudah ada 13 TAC yang tersebar di beberapa pulau di Indonesia.
“Kita di Sulawesi ada 4, Kalimantan 4 juga, NTB Lombok ada 1, di Papua ada Sorong dan Jaya Pura,” pungkasnya.
“Kita sudah punya TAC 13 Pare-Pare Terminal pertama pada tahun 1990,” lanjut Burhanuddin
Ia menjelaskan harapan ekspansi ke Cilegon pada tahun 2024 begitu besar, karena luasnya pangsa pasar di pulau Jawa.
“Kalau mau menigkat ya di Jawa, karena memang pemakaian Aspal sangat besar di Jawa di banding Sulawesi dan Kalimantan, tentu target kita bisa meningkatkan volume di sana,” imbuhnya.
Lebih lanjut Burhanuddin menambahkan 115 ribu metrik ton target secara nasional yang ingin dicapai tahun 2023.
“Tahun 2022 dar 13 TAC Kalla Aspal produksinya sekitar 103 ribu metrik ton, tahun 2023 ini kita target 115 ribu,” tuturnya.
Zulfauzi selaku manager Sulselbar Kalla Aspal menjelaskan penggunaan aspal di wilayah Sulawesi mengalami penurunan 20 persen.
Hal itu akibat banyaknya proyek semenisasi jalan.
“Kalau ditahun ini penggunaan Aspal sendiri agak lebih turun dikarenakan ada semenisasi (beton), dampaknya sekitar 20 persen,” sebutnya.
Ia menjelaskan khusu di wilayah Sulselbar Kalla Aspal mengusai pasar sebesar 70 persen.
“Untuk daerah Pare-Pare sampai ke Sulbar itu kita masih sekitar 70 persen, karena kompetitor posisinya di Makassar jadi dia lebih menjaga marketnya daerah sana,” bebernya.
(Shaibul Firdaus)



