Banner

Hasil Riset Menunjukkan Usia Produktif Di Indonesia Rentan Terpapar Informasi Hoax

 Hasil Riset Menunjukkan Usia Produktif Di Indonesia Rentan Terpapar Informasi Hoax
Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Mythos Labs Bersama Embassy menggelar pelatihan melawan Mis Informasi di Kota Makassar. Dinamika sosial yang ada dan kerentanan perlu di buktikan apakah benar atau tidak, lewat riset, dikumpulkan setidaknya 500 lebih responden, dari berbagai usia dalam rentang 17 – 25 tahun di Indonesia menjadi sampling.

Dari hasil riset itulah hasilnya menunjukkan memang usia 17-25 tahun terbukti rentan di Indonesia, misalnya pada topik tentang politik, kesehatan, itu pasti ada hoax yang anak-anak di usia itu belum tahu kebenarannya sehingga perlu dibuat kegiatan workshop.

Emmy Uniarty Husadi Selaku, Country Manager Mythos Labs, mengatakan berdasarkan riset yang ada, perlu di gerakkan melalui workshop kalau tidak berdasar riset hasilnya tidak valid juga dan kita mengajarkan bagaimana identifikasi validitas informasj.

Emmy menilai perkembangan anak muda terhadap kebenaran dari suatu fakta atau kebenaran dari suatu berita cukup memprihatinkan yah, riset kita menunjukkan konsumsi 8 jam lebih terhadap media sosial di rentang 17-25 padahal itu usia emas manusia secara umum untuk mencapai apakah itu kesuksesan spiritual ataukah kesuksesan finansial, sosial, tapi kalau misalnya harus di racuni dengan hal-hal yang buruk hanya karena dia tidak tau mengidentifikasi Miss info dan Disinfo sayang sekali, jadi memang kita harus mendorong lebih banyak orang untuk tahu ini, sehingga setidaknya ada kontribusi yang kita bisa berikan, melihat keprihatinan itu, tidak hanya sekedar prihatin, ” ujar Emmy.

Kegiatan yang digelar Sabtu, 24 Juni 2023 di Hotel Unhas Makassar, ini menghadirkan peserta dari berbagai kalangan pada usia 17- 25 tahun.

Emmy berharap kepada remaja usia 17-25 tahun itu kedepannya bisa mereka selesai dengan habit-habit yang bagus untuk setidaknya mencegah atau kaya preventif agar mereka tidak jadi target dari misinfo dan disinfo atau minimalnya mereka tahu bahwa misinfo dan disinfo itu ternyata membahayakan sampai sedemikian tingkatannya, bisa sampai merusak kohesi sosial.

Selain itu, setidaknya teman-teman yang ikut pelatihan ini bisa menularkan pengetahuannya menulis di artikel atau apapun sesuai dengan bacground sehingga makin banyak orang tercerahkan, makin banyak anak-anak tercerahkan karena copying meccanism di anak muda itu harus di arahkan ke yang positif jangan yang negatif, tutup Emmy. (RS)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *