Wamenag Ajak Kreator Muda Perkuat Moderasi Beragama Melalui Konten Digital

MAKASSAR, RAZFM – Kementerian Agama (Kemenag) bersama kementerian komunikasi dan informasi (Kemenkominfo) menggelar
Literasi Digital Sektor Pendidikan 2023, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (12/05/23).
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan Mahasiswa dan Siswa dari berbagai kampus dan sekolah di Sulsel, beserta akademisi, para konten kreator, dan pemerintahan.
Dalam sambutan virtual Wakil Menteri Agama RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi terhadap terselenggaranya seminar nasional ini
“Dengan kehadiran para akademisi, praktisi pendidikan, pemerintah, dan pegiat literasi digital, maka konteks moderasi beragama terbentuk melalui media sosial,” Ungkapnya.
Dia berharap para peserta yang hadir bisa menyerap edukasi yang diberikan tentang bagaiman membuat konten yang menarik dan memiliki nilai positif kemasyarakat.
“Saya harapkan para peserta dapat memahami, moncoba melatih diri, untuk berkreativitas agar mampu menciptakan konten-konten positif dan dapat menghindari konten negatif ketika bermedia sosial,” tukas Zainut.
Moderasi beragama ditanamkan di era digital saat ini, agar konten yang disajikan tidak melampaui ketentuan agama serta tetap menaruh sikap saling menghargai.
“Moderasi beragama adalah sikap pandai bergama, memahami secara mendalam, dan tidak berlebih-lebihan dalam segala hal, termasuk pada saat membuat konten,” imbuhnya.
Lanjut Zainut, acara seminar ini diharapkan bermanfaat untuk kemaslahatan bersama dan terus meningkatkan kedewasaan dalam bermedia sosial.
Sementara itu pemateri seminar Dr. Mohammad Fajar dari LLDIKTI Wilayah lX mengatakan, literasi digital kepada anak didik maupun kreator muda sangat penting, guna memastikan konten mereka buat memeiliki nilai manfaat.
“Memang anak-anak muda ini perlu semacam pendampingan atau sosialisasi dari misalnya dari pihak-pihak terkait dari pemerintah untuk memberikan pemahaman bahwa pentingnya etika dalam memproduksi konten digital,” ujarnya.
Untuk lebih mudah menggiring para konten kreator muda membuat konten yang baik, maka selain sosialisasi pemberian penghargaan bagi konten kreator dirasa cara pendekatan yang bisa dilakukan pemerintah.
“Bisa juga dengan memberi mereka apresiasi berupa penghargaan bagi youtuber yang bagus kontennya, yang berdampak positif bagi masyarakat, itu salah satu pendekatan yang bisa ditempuh oleh pemerintah dan masyarakat tentunya dengan tetap mendorong adek-adek kita ingin untuk makin giat dan semangat memproduksi konten,” tuturnya.
“Karena memang kita butuh konten-konten dari mereka yang tentunya yang bisa diserap oleh remaja seusia mereka, berharap konten-konten selanjutnya itu bisa memiliki muatan-muatan yang lebih banyak manfaat dan positifnya dibanding negatifnya,” tambahnya. (SB)



