Banner

155 Camat di Sulsel Mendukung Percepatan Penurunan Stunting Sebagai Program Prioritas Nasional

Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Dalam rangka mendorong percepatan penurunan stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) percepatan penurunan stunting bagi Mitra dalam hal ini camat Se-Sulsel, di Mahoni Hall Claro Makassar, Selasa, 29/11/22.

Kegiatan KIE ini diikuti 155 camat di Sulsel untuk mendukung percepatan penurunan stunting yang merupakan program prioritas nasional.

Andi Ritamariani selaku kepala Perwakilan BKKBN Sulsel dalam sambutannya mengungkapkan sebelumnya KIE terhadap Mitra Camat telah dilakukan ke 156 Camat pada angkatan pertama dan kali ini diberikan kepada 155 Camat.

“Total ada 311 camat tapi kita bagi dua angkatan, sebelumnya ada 156 Camat dan ini sudah digelar angkatan kedua yang akan diikuti sebanyak 155 camat,” imbuhnya.

Ia menjelaskan ditahun 2024 stunting di Sulsel ditargetkan turun 14 persen.

“Pemerintah telah menetapkan bahwa stunting merupakan isu prioritas nasional dalam RPJMN 2020-2024 dengan target diberikan 24,4 persen pada tahun 2021 dan inilah acuan kita yang akan kita turunkan menjadi 14 persen ditahun 2024,” ujarnya.

Rita menambahkan upaya capaian target telah tertuang di Peraturan Presiden (PP) No 72 tahun 2021.

“Dalam upaya pencapaian target telah ditetapkan sasaran dan strategi nasional melalui PP No 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting dan kepala BKKBN diberikan mandat oleh presiden sebagai ketua pelaksana penurunan stunting tingkat nasional,” lanjutnya.

Sementara itu Dalam sambutan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Subbidang Pemerintah, Andi Mappatoba mengapresiasi atas kepada BKKBN Sulsel atas terselenggaranya kegiatan KIE kepada para Camat.

“Atas nama pemerintah provinsi Sulawesi Selatan saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas bentuk komitmen dan penguatan sinergitas serta inovasi investasi SDM yang dilakukan untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Sulawesi Selatan,” ujar Mappatoba.

Dirinya mengatakan Kegiatan KIE ini menjadi upaya pemerintah terwujudnya generasi emas penerus bangsa.

“Kita tahu untuk pengentasan stunting ini merupakan program nasional untuk menciptakan generasi emas yang didukung penuh oleh pemerintah Sulsel,” terangnya.

Lebih jauh Mappatoba menjelaskan berdasarkan survei yang dilakukan, dari tahun ke tahun, prevalensi angka stunting mengalami penurunan.

“Aksi stop stunting memang telah menunjukkan angka yang cukup signifikan dalam bentuk prevalensi Sulsel di mana tahun 2018 dilaporkan atas stunting itu mencapai 35, 6% berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas),” jelasnya.

Tahun 2019 angka stunting ini mengalami penurunan hingga 30,5% ini data dari survei stunting gizi buruk Indonesia. sementara data dari elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM) angka stunting pada tahun 2020 itu 12, 3 persen,” tambahnya.

Mappatoba berharap keterlibatan Camat yang dekat dengan masyarakat sangat diperlukan untuk mendukung program pemerintah percepatan penurunan stunting, guna menciptakan generasi emas penerus bangsa.

“Peranan camat dalam menggerakkan kepala desa atau lurah Samapi ke tingkat RT/RW mulai dari kasus pendataan sehingga semua dapat tercover untuk segera kita tangani dengan baik sehingga tidak ada lagi yang tidak dapat pelayanan,” tutup Mappatoba.(Ris)

#bkkbn #bkkbnsulsel #berencanaitukeren #cegahstunting

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *