Banner

Pelabuhan Parepare Jadi Jalur Penting Pasokan Sembako ke Kalimantan

 Pelabuhan Parepare Jadi Jalur Penting Pasokan Sembako ke Kalimantan
Banner
Banner

PAREPARE, Radioalmarkaz.co.id – Pelabuhan Parepare, Sulawesi Selatan, memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi kebutuhan pokok ke sejumlah wilayah di Kalimantan, terutama Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Kelancaran aktivitas pelayaran dari pelabuhan ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga distribusi logistik ke wilayah tersebut.

Koordinator Operasional Pelindo Multi Terminal, Burhan Bustan, mengatakan Pelabuhan Parepare selama ini melayani konektivitas laut menuju sejumlah daerah di Kalimantan. Selain mengangkut penumpang, pelabuhan tersebut menjadi jalur distribusi berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk sembako.

Menurut Burhan, ketergantungan sejumlah wilayah di Kalimantan terhadap pasokan melalui Pelabuhan Parepare membuat kelancaran jadwal pelayaran perlu terus dijaga.

“Untuk pemenuhan sembako, kita ketahui bahwa kebutuhan di Kalimantan Utara sangat bergantung melalui Pelabuhan Parepare. Kalau tidak ada kapal menuju Nunukan maupun Balikpapan, distribusi barang bisa terhambat,” ujarnya saat memaparkan aktivitas operasional pelabuhan kepada awak media Kamis, (15/10).

Burhan menjelaskan, aktivitas pelayaran dari Parepare menuju sejumlah kota di Kalimantan berlangsung hampir setiap hari. Rute yang dilayani antara lain Balikpapan, Nunukan, dan Samarinda.

Berdasarkan pemaparan tersebut, terdapat sejumlah kapal yang melayani rute-rute itu, yakni dua kapal menuju Nunukan, empat kapal menuju Samarinda, dan lima kapal menuju Balikpapan.

Selain melayani angkutan penumpang dan barang kebutuhan pokok, Pelabuhan Parepare juga menangani aktivitas peti kemas dan general cargo atau barang umum.

Burhan menyebutkan, pendapatan operasional Pelabuhan Parepare masih didominasi oleh layanan penumpang. Kontribusi dari sektor tersebut diperkirakan mencapai sekitar 75 persen, disusul layanan peti kemas dan general cargo.

Seluruh Pembayaran Beralih ke Nontunai

Di sisi pelayanan, Pelabuhan Parepare juga menerapkan sistem pembayaran nontunai atau cashless untuk mendukung operasional yang lebih praktis dan efisien.

Burhan mengatakan, pembayaran di area pelabuhan, baik untuk kendaraan maupun orang yang masuk, sudah tidak lagi dilakukan secara tunai.

Penerapan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendukung proses operasional pelabuhan yang lebih tertib.

Ke depan, kata Burhan pengelola juga berencana memperluas kerja sama dengan sejumlah perusahaan pelayaran peti kemas untuk meningkatkan aktivitas logistik di Pelabuhan Parepare.

Saat ini, menurut Burhan, layanan pelayaran peti kemas yang tersedia masih terbatas, dengan satu layanan yang menghubungkan Parepare dan Surabaya.

Karena itu, penambahan kerja sama dengan perusahaan pelayaran diharapkan dapat membuka peluang peningkatan arus peti kemas sekaligus memperkuat posisi Pelabuhan Parepare sebagai simpul distribusi barang menuju Kalimantan.

Siapkan Pelayanan Menghadapi Natal dan Tahun Baru

Selain memperkuat layanan logistik, pengelola Pelabuhan Parepare juga mengantisipasi potensi peningkatan jumlah penumpang menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Burhan mengakui, arus penumpang sempat mengalami sedikit penurunan. Namun, peningkatan mobilitas masyarakat biasanya terjadi menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pengelola akan mempersiapkan fasilitas dan pelayanan bagi penumpang yang berangkat maupun tiba di pelabuhan.

Persiapan ini diperlukan agar aktivitas naik turun penumpang tetap berjalan lancar, terutama ketika terjadi peningkatan jumlah pengguna jasa pada masa liburan.

Pelabuhan Parepare sendiri memiliki tiga terminal dengan fungsi berbeda. Terminal Nusantara melayani aktivitas penumpang, Terminal Cappa Ujung menangani peti kemas dan general cargo, sedangkan Terminal Lontangnge melayani pelayaran rakyat menggunakan kapal-kapal kayu.

Sementara itu, Pelabuhan Garongkong di Kabupaten Barru memiliki karakteristik berbeda dengan kegiatan yang didominasi bongkar muat curah kering, termasuk material dan bahan baku untuk industri semen.

Dengan penguatan layanan, penerapan pembayaran nontunai, serta rencana perluasan kerja sama dengan perusahaan pelayaran, Pelabuhan Parepare diharapkan dapat terus mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik antara Sulawesi Selatan dan Kalimantan.(RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *