Appi Bidik Dampak Ekonomi Lebih Besar dari Makassar Leadership Summit Tahun Depan
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id-Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan penyelenggaraan acara berskala besar di Kota Makassar harus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial.
Menurut Munafri, kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah seharusnya mampu mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, UMKM hingga perdagangan lokal.
Hal tersebut disampaikan Munafri saat menjadi pembicara dalam diskusi panel bertajuk Inclusive and Sustainable Leadership: People, Planet and Long-Term Values pada Makassar Leadership Summit 2026 di Sandeq Ballroom Claro Hotel, Kamis (8/10/2026).
Munafri berharap penyelenggaraan kegiatan serupa pada tahun mendatang dapat dilakukan dalam skala yang lebih besar, sekaligus memperluas manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.
“Saya mau sampaikan untuk tahun depan, event acara ini kita lakukan lebih besar,” ujar Munafri.
Ia menjelaskan, peningkatan jumlah peserta dalam sebuah kegiatan dapat mendorong tingkat hunian hotel dan penginapan. Namun, manfaat tersebut tidak boleh hanya dinikmati sektor perhotelan.
Menurutnya, penyelenggara dan pemerintah perlu memastikan kehadiran peserta turut menggerakkan usaha kuliner, UMKM, transportasi, ekonomi kreatif, serta perdagangan di sekitar lokasi kegiatan.
“Kalau datang ke Makassar, jangan hanya datang kemudian pulang. Kita ingin kegiatan-kegiatan seperti ini memberikan dampak perputaran ekonomi kepada masyarakat,” tegasnya.
Pertumbuhan Ekonomi Harus Dirasakan Masyarakat
Munafri juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Kota Makassar yang menunjukkan tren positif. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Makassar meningkat dari 6,61 persen pada kuartal sebelumnya menjadi 7,04 persen.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak cukup hanya ditampilkan dalam bentuk angka statistik. Pertumbuhan ekonomi harus diikuti peningkatan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kota Makassar terus mendorong pendekatan pemerintahan yang berorientasi pada dampak atau impactful governance.
“Jangan sampai pertumbuhan ini hanya berada di atas kertas. Kami terus melakukan berbagai kegiatan dan program untuk bisa memberikan dampak dan manfaat langsung kepada masyarakat,” katanya.
Munafri berharap Makassar Leadership Summit dan berbagai kegiatan berskala besar lainnya dapat berkembang menjadi agenda yang semakin inklusif, dengan melibatkan masyarakat secara lebih luas, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
“Saya berharap tahun depan kegiatan ini tidak hanya besar, tapi kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan yang tumbuh oleh seluruh masyarakat, khususnya yang ada di Indonesia Timur,” ujarnya.
Batik Lontara Jadi Contoh Dukungan terhadap UMKM
Dalam kesempatan tersebut, Munafri turut mencontohkan penggunaan batik Lontara sebagai pakaian kerja aparatur Pemerintah Kota Makassar setiap Kamis.
Menurutnya, kebijakan menggunakan produk lokal merupakan salah satu langkah sederhana untuk mendukung pelaku UMKM sekaligus memperkuat perputaran ekonomi daerah.
Ia menilai, ketika pemerintah memberikan ruang bagi produk lokal untuk digunakan secara luas, kebijakan tersebut dapat menciptakan permintaan pasar dan memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha.
“Ini batik Lontara, kalau di hari Kamis, Pemerintah Kota Makassar harusnya kita pakai batik Lontara. Ini akan memberikan dampak langsung kepada para pelaku UMKM yang ada di Kota Makassar,” jelasnya.
Selain mendorong ekonomi lokal, Munafri memaparkan sejumlah upaya transformasi yang dilakukan pemerintah kota, termasuk pembangunan dan revitalisasi infrastruktur serta ruang publik.
Ia mengatakan, ruang publik tersebut dihadirkan agar masyarakat memiliki tempat untuk beraktivitas dan mengikuti berbagai kegiatan tanpa terbebani biaya.
Pemkot Makassar juga mendorong transformasi digital melalui Lontara Apps, sebuah platform yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan dalam satu ekosistem digital.
Melalui platform tersebut, masyarakat dapat menyampaikan pengaduan sekaligus membangun interaksi dengan pemerintah secara lebih mudah.
“Dari Lontara Apps inilah kita bisa tahu pengaduan-pengaduan masyarakat, kita bisa berinteraksi antara pemerintah dengan masyarakat,” ungkap Munafri.
Ajak Pengunjung Belanja Produk Lokal
Menutup pemaparannya, Munafri mengajak para peserta dan pengunjung dari luar daerah untuk menikmati kuliner Makassar sekaligus berbelanja produk lokal selama berada di kota ini.
Dengan gaya santai, ia menyampaikan dua pesan kepada para tamu yang berkunjung ke Makassar.
“Saya ingin menyampaikan, nilailah Kota Makassar dengan dua aturan yang tidak boleh dilanggar. Yang pertama, kalau datang ke Makassar dilarang untuk diet, karena makanannya enak-enak,” ucapnya.
“Yang kedua, dilarang untuk tidak belanja,” lanjutnya, disambut suasana hangat peserta.
Menurut Munafri, aktivitas belanja menjadi salah satu cara agar kehadiran pengunjung dalam sebuah kegiatan dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
Ia pun memastikan Pemkot Makassar akan terus mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional yang berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi dan memperkuat posisi Makassar sebagai pusat kegiatan di kawasan Indonesia Timur.
“Kami akan terus memberikan support yang terbaik kepada seluruh kegiatan-kegiatan yang ada di Kota Makassar,” tutupnya.(RB)



