Banner

FinExpo 2026 Jadi Momentum Perluas Akses dan Edukasi Keuangan Masyarakat Sulsel

 FinExpo 2026 Jadi Momentum Perluas Akses dan Edukasi Keuangan Masyarakat Sulsel
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Financial Expo (FinExpo) dalam rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 resmi dibuka di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 ini menghadirkan 28 booth industri jasa keuangan. Sejumlah lembaga yang berpartisipasi di antaranya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Bank Mandiri, Bank Danamon, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mengusung tema “Akses Keuangan yang Merata, Ekonomi Berdaya dan Masyarakat Sejahtera”, FinExpo 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk jasa keuangan, tetapi juga ruang edukasi dan interaksi langsung antara industri dengan masyarakat.

Ketua Panitia FinExpo BIK 2026 yang juga Regional CEO BRI Region Makassar, Riza Pahlevi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara industri jasa keuangan dan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat dapat memperoleh informasi secara langsung mengenai berbagai produk dan layanan keuangan yang tersedia.

“FinExpo tidak hanya menjadi ajang bagi industri jasa keuangan, tetapi juga menjadi sarana interaksi dan edukasi bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Mochammad Muchlasin, menekankan pentingnya memperluas akses keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk jasa keuangan.

Ia menyebutkan, tingkat literasi keuangan nasional berada di angka 65,43 persen, sementara tingkat inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara masyarakat yang menggunakan produk jasa keuangan dengan masyarakat yang benar-benar memahami produk tersebut.

Untuk Sulawesi Selatan, tingkat inklusi keuangan disebut mencapai sekitar 94 persen, sementara tingkat literasinya sekitar 61 persen.

“Kurang lebih ada 33 persen masyarakat Sulawesi Selatan yang sudah menggunakan jasa keuangan tetapi tidak memahami,” kata Muchlasin.

Karena itu, FinExpo dirancang agar masyarakat tidak sekadar datang melihat produk, tetapi juga membandingkan dan memahami layanan dari berbagai lembaga keuangan.

Salah satunya melalui program kunjungan booth. Pengunjung yang ingin mendapatkan hadiah dan doorprize diwajibkan mengunjungi sedikitnya lima booth serta mengumpulkan stempel.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mengatakan FinExpo memiliki posisi strategis karena sejalan dengan arah pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam memperluas akses keuangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, literasi dan inklusi keuangan menjadi bagian penting dalam mendorong akses permodalan yang aman, terutama bagi pelaku UMKM yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian.

“FinExpo ini bukan sekadar ajang silaturahmi atau pertemuan, tetapi wadah untuk mengedukasi masyarakat,” katanya.

Fatmawati juga mendorong industri jasa keuangan agar semakin jeli melihat potensi sektor riil di Sulawesi Selatan dan memperluas akses pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terjebak produk keuangan ilegal yang dapat menimbulkan kerugian.

“Kita manfaatkan ajang ini sebaik-baiknya, kenali produk keuangan yang ada. Tidak ada lagi masyarakat yang terjebak dengan produk ilegal,” ujarnya.

Selain edukasi, FinExpo juga menghadirkan business matching serta berbagai aktivitas di 28 tenant industri jasa keuangan.

OJK mencatat, hingga triwulan II 2024, berbagai kegiatan literasi keuangan di Sulawesi Selatan telah mencapai 198 kegiatan dengan jangkauan sekitar 2,204 juta peserta. Sasaran kegiatan mencakup pelajar, mahasiswa, ASN, kelompok perempuan, nelayan, petani, UMKM, penyandang disabilitas hingga masyarakat perdesaan.

Melalui FinExpo 2026, kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator dan industri jasa keuangan diharapkan mampu memperkecil kesenjangan literasi dan inklusi keuangan sekaligus memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif, produktif dan berkelanjutan.(RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *