Siswa Athirah Makassar Buktikan Kualitas Riset di Kompetisi Nasional OPSI 2026
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Siswa SMP Islam Athirah Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim riset bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhasil meraih medali emas pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026.
Sementara itu, tim bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) juga berhasil meraih penghargaan khusus dalam ajang penelitian siswa tingkat nasional tersebut.
OPSI 2026 berlangsung di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada 24–30 September 2026. Kompetisi ini diikuti ribuan tim peneliti siswa dari berbagai daerah di Indonesia, dengan 1.088 tim bidang IPA dan 1.037 tim bidang IPS.
Medali emas bidang IPA diraih Bening Faratika Ayuni dan Adil Kusuma Ramadhan melalui penelitian berjudul “Hydrocool: Smart Bio-based Hydrogel Cooling Case Berbasis Biopolimer-CaCl₂ sebagai Sistem Pendingin Pasif Terintegrasi dalam Mengatasi Overheating pada Smartphone.”
Penelitian tersebut mengembangkan pemanfaatan material berbasis biopolimer sebagai solusi pendinginan pasif untuk mengatasi persoalan panas berlebih atau overheating pada perangkat smartphone.
Sementara itu, penghargaan khusus bidang IPS diraih Andi Aila Putri Nafeeza dan Muhammad Alfath Abrisam Ahza melalui penelitian berjudul “EPIC-AI (Epistemic Protection and Information Control Toward Artificial Intelligence): Analisis Ketahanan Epistemik Remaja terhadap Misinformasi sebagai Cerminan Kesiapan Literasi Artificial Intelligence.”
Penelitian tersebut mengkaji kemampuan remaja dalam menghadapi misinformasi di tengah perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), sekaligus melihat kesiapan literasi AI dari perspektif ketahanan epistemik.
Kedua tim sebelumnya telah melewati tahapan kompetisi mulai dari tingkat Kota Makassar hingga provinsi sebelum melaju ke tingkat nasional.
Kepala SMP Islam Athirah Makassar, Nilamartini, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih para siswanya. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari proses panjang dan kerja keras yang dilakukan sejak tahap awal kompetisi.
“Alhamdulillah, sangat bersyukur dengan prestasi yang diraih anak-anak. Mereka bisa menyelesaikan penelitian dan berlanjut ke tingkat nasional, mulai dari tingkat Kota Makassar, provinsi hingga nasional. Ini adalah hal yang baik untuk anak-anak dan sekolah,” ujarnya.
Nilamartini mengatakan, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mengembangkan kompetensi siswa, khususnya di bidang riset dan penelitian.
“Kompetensi dan kemampuan dalam bidang riset atau penelitian ini adalah rezeki dari Allah SWT dari usaha yang sudah dilakukan secara maksimal. Ini juga tidak lepas dari doa seluruh keluarga besar Sekolah Islam Athirah,” tuturnya.
Bening Faratika Ayuni mengaku bersyukur atas medali emas yang berhasil diraih bersama tim. Ia menyebut penghargaan tersebut menjadi buah dari proses, doa, kerja keras, serta dukungan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT atas pencapaian ini. Medali emas ini menjadi hasil dari doa, kerja keras, perjuangan, dan dukungan dari banyak pihak,” kata Bening.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan memberikan hasil terbaik pada kesempatan berikutnya.
Hal senada disampaikan Andi Aila Putri Nafeeza. Ia mengaku bersyukur dan bahagia setelah menerima penghargaan khusus pada OPSI 2026.
“Saya merasa sangat bersyukur dan bahagia setelah menerima penghargaan khusus ini. Penghargaan ini menjadi suatu kehormatan sekaligus motivasi bagi saya untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan yang terbaik ke depannya,” ujarnya.
Prestasi dua tim tersebut menjadi catatan positif bagi SMP Islam Athirah Makassar dalam pengembangan budaya riset di lingkungan sekolah.
Capaian di OPSI 2026 juga diharapkan mendorong semakin banyak siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, melakukan penelitian, serta menghasilkan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.(*)



