Banner

Forum Komunitas Hijau Apresiasi Penataan TPA Tamangapa dan Ranch Sapi

 Forum Komunitas Hijau Apresiasi Penataan TPA Tamangapa dan Ranch Sapi
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Penataan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, mendapat apresiasi dari Forum Komunitas Hijau Makassar. Pembenahan kawasan tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk memperbaiki pengelolaan sampah sekaligus menata keberadaan sapi yang selama ini berkeliaran di area TPA.

Ketua Forum Komunitas Hijau Makassar, Achmad Yusran, mengatakan pembangunan dan penataan ranch sapi dapat menjadi solusi agar ternak tidak lagi mencari makan di antara timbunan sampah.

“Ini langkah yang penting, penataan TPA bukan hanya soal bagaimana sampah ditangani, tetapi juga bagaimana kita memastikan tidak ada lagi sapi yang berkeliaran dan memakan sampah campuran,” ujar Achmad, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, keberadaan sapi di kawasan TPA selama bertahun-tahun menunjukkan masih bercampurnya sampah organik dengan plastik, logam dan material lain yang tidak layak dikonsumsi ternak.

Karena itu, ranch harus disiapkan sebagai tempat peternakan yang layak, lengkap dengan pakan, air bersih, sanitasi dan perlindungan bagi ternak.

“Sapi-sapi itu sebenarnya menjadi korban dari sistem pengelolaan sampah yang belum mampu memisahkan sampah organik dari sampah lainnya sejak dari sumber,” katanya.

Achmad mengungkapkan, kondisi serupa pernah terlihat di TPA Tamangapa sekitar satu dekade lalu. Sapi dan pemulung beraktivitas di antara timbunan sampah.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya berkaitan dengan persoalan sampah, tetapi juga menyangkut kesehatan lingkungan, keselamatan masyarakat dan kesejahteraan hewan.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Makassar yang mulai mendorong pemanfaatan sampah organik dari pasar sebagai pakan ternak.

Pada September 2026, sampah organik dari sekitar 14 pasar dilaporkan dikumpulkan untuk dimanfaatkan kembali. Volume sampah organik yang terkumpul disebut meningkat dari sekitar 3–4 ton menjadi mendekati 31 ton per hari setelah mendapat dukungan dari pemerintah kecamatan.

Namun, Achmad mengingatkan agar sampah organik tersebut tetap melalui proses pemilahan dan pengawasan sebelum diberikan kepada ternak.

“Pemilahan harus menjadi sistem kendali mutu,” tegasnya.

Menurutnya, penataan ranch juga harus diikuti dengan pembenahan pengelolaan sampah dari sumber. Pemilahan, pengolahan sampah organik, pengurangan residu hingga pengangkutan harus berjalan sebagai satu sistem.

Ia berharap pembenahan TPA Tamangapa dapat mengakhiri kebiasaan sapi mencari makan di antara timbunan sampah.

“Ukurannya adalah apakah sapi benar-benar tidak lagi memakan sampah campuran, dan apakah volume sampah yang masuk ke TPA terus berkurang,” ujarnya.

Forum Komunitas Hijau Makassar, kata Achmad, siap berkolaborasi dalam edukasi pemilahan, pemetaan sumber sampah organik dan pengawasan lingkungan.

“Perubahan tidak lahir dari satu keputusan besar. Ia lahir dari banyak aksi lokal yang dilakukan secara konsisten,” pungkasnya.(*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *