114 Guru Tamalate Ikuti Pelatihan AI, MAFINDO Dorong Pembelajaran Adaptif
MAKASSAR , Radioalmarkaz.co.id-Sebanyak 114 guru dan kepala sekolah di Kecamatan Tamalate, Makassar, mengikuti pelatihan pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses pembelajaran.
Kegiatan yang digelar Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Wilayah Makassar bersama Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus III dan Gugus V Kecamatan Tamalate tersebut berlangsung Jumat (18/9/2026).
Pelatihan ini merupakan bagian dari program AI Go To School MAFINDO Makassar yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, khususnya penggunaan AI di lingkungan sekolah.
Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut bahkan melampaui target awal panitia yang menetapkan sebanyak 100 peserta.
Dalam pelatihan, para guru tidak hanya diberikan pemahaman mengenai konsep dasar AI, tetapi juga diajak mempraktikkan sejumlah teknologi yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Materi yang diberikan antara lain teknik prompting, eksplorasi Learning Management System (LMS), serta praktik menggunakan sejumlah perangkat berbasis AI seperti Teachy AI dan NotebookLM.
Peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan HTML sebagai salah satu teknologi yang dapat mendukung pengembangan materi pembelajaran digital.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah MAFINDO Makassar, Andi Fauziah Astrid, mengatakan perkembangan teknologi yang semakin cepat perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas dan literasi digital para pendidik.
Menurutnya, AI dapat menjadi salah satu teknologi yang membantu guru dalam menjalankan tugas pembelajaran apabila digunakan secara tepat, kritis, dan bertanggung jawab.
Kolaborasi dengan KKG Gugus III dan Gugus V Kecamatan Tamalate menjadi salah satu langkah MAFINDO Makassar dalam memperluas edukasi mengenai literasi digital dan pemanfaatan teknologi di lingkungan pendidikan.
Kegiatan tersebut diawali dengan sambutan Ketua Gugus III sekaligus Ketua K3S Kecamatan Tamalate, Bambang Wahyudi, S.Pd., M.Pd., serta Ketua Gugus V, Suldiana, S.Pd., M.Pd.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah MAFINDO Makassar Andi Fauziah Astrid juga memberikan sambutan. Pengawas Gugus III, Haji Taufid Tajuddin, S.Pd., M.Pd., turut memberikan penguatan kepada peserta.
Sementara itu, Pengawas Gugus V, Drs. Syafri Hursasia S.Y., M.M., membuka kegiatan secara resmi.
Syafri mengingatkan para guru agar tidak menghindari perkembangan teknologi. Ia mendorong pendidik untuk terus belajar agar mampu mengikuti perubahan dan memanfaatkan teknologi untuk menunjang pekerjaan mereka.
“Jangan mau dibilang gaptek! Zaman terus berubah, dan guru harus menjadi yang terdepan untuk mau belajar apa itu AI. Manfaatkan teknologi ini secara bijak untuk mempermudah tugas mengajar, bukan malah dihindari,” ujar Syafri.
Menurut MAFINDO Makassar, pemanfaatan AI di sektor pendidikan tidak sebatas kemampuan mengoperasikan berbagai aplikasi. Guru juga perlu memiliki pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab.
Hal tersebut dinilai penting karena perkembangan AI turut mengubah ekosistem informasi yang dihadapi peserta didik.
Dengan peningkatan kapasitas guru, pemanfaatan AI diharapkan dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih relevan sekaligus membantu pendidik membekali siswa dengan kemampuan menghadapi perkembangan teknologi dan informasi digital.(*)



