Prof Mustari: Haul Jenderal M Jusuf Momentum Menggali Nilai
MAKASSAR, Radioalmarkqz.co.id- Haul ke-22 Jenderal M. Jusuf tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sosok yang berada di balik lahirnya Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar. Peringatan tahun ini juga diharapkan menjadi ruang refleksi terhadap kondisi sosial, moral, dan etika masyarakat saat ini.
Hal tersebut disampaikan Ketua Harian Yayasan Islamic Center Al-Markaz Al-Islami, Prof. Mustari Mustafa, usai mengikuti ziarah ke makam Jenderal M. Jusuf di Kompleks Pekuburan Islam Panaikang, Makassar Selasa (8/Sep).
Menurut Prof. Mustari, sosok Jenderal M. Jusuf memiliki warisan nilai perjuangan yang penting untuk kembali digali, terutama ketika masyarakat tengah menghadapi berbagai persoalan sosial dan menurunnya kohesivitas antarkelompok.
“Haul almarhum kali ini tidak membicarakan suasana di mana kita sebagai bangsa sedang ditimpa krisis sosial, krisis moral, etika,” ujar Prof. Mustari.
Ia menilai kondisi masyarakat saat ini menunjukkan adanya kecenderungan kelompok maupun organisasi berada pada kutub masing-masing. Situasi tersebut, kata dia, membuat kohesivitas dan solidaritas sosial menjadi rentan.
Karena itu, peringatan Haul Jenderal M. Jusuf dinilai penting untuk kembali mengingat nilai-nilai perjuangan yang pernah ditunjukkan para tokoh bangsa.
“Kita menggali atau mengingat kembali nilai-nilai dari sejarah tokoh besar kita. Mungkin krisis yang kita hadapi sekarang, krisis sosial, krisis moral, etika, seolah-olah mengingatkan bahwa mari kita menggali warisan atau nilai-nilai dari tokoh,” jelasnya.
Prof. Mustari mengatakan, Jenderal M. Jusuf bukan hanya dikenang sebagai tokoh nasional, tetapi juga sebagai inisiator, pendiri, dan perintis Yayasan Islamic Center Al-Markaz Al-Islami Makassar.
Warisan tersebut salah satunya diwujudkan melalui keberadaan Masjid Al-Markaz Al-Islami yang hingga kini menjadi pusat kegiatan keislaman sekaligus salah satu destinasi wisata religi di Sulawesi Selatan.
Rangkaian Haul ke-22 tahun ini diawali dengan ziarah ke makam Jenderal M. Jusuf. Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus yayasan, Sekjen Anshar Arsyad, Prof. Muammar Bakry, para imam, pengurus badan pengelola, pengurus bidang pendidikan dan pesantren, santri, serta unsur keamanan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan malam nanti dengan tahlil dan doa bersama di Masjid Al-Markaz Al-Islami.
Sementara pada 12 September, yayasan akan menggelar seminar publik sebagai bagian dari rangkaian peringatan haul.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, kegiatan tahun ini tidak menggelar KOBRAS karena keterbatasan waktu. Sebagai gantinya, seminar publik dipilih untuk menjadi salah satu agenda utama.
Prof. Mustari berharap momentum haul tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai perjuangan Jenderal M. Jusuf, menurutnya, harus terus dihidupkan dan menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat.
“Kita tidak boleh putus asa, pesimis. Kita harus optimistis. Dengan apa? Salah satu sumber spirit optimisme kita adalah apa yang ditinggalkan oleh tokoh-tokoh perjuangan bangsa seperti beliau,” tegasnya.
Ia menambahkan, pesan perjuangan Jenderal M. Jusuf menjadi pengingat bahwa generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melanjutkan nilai-nilai positif yang telah diwariskan para pendahulu bangsa. (RB)



