Banner

PT Vale Bagikan Praktik Pemberdayaan Masyarakat dalam MediaMIND 2026

 PT Vale Bagikan Praktik Pemberdayaan Masyarakat dalam MediaMIND 2026
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id – Keberlanjutan industri pertambangan tidak berhenti pada bagaimana mineral diekstraksi dan diolah. Di balik aktivitas tambang, ada tantangan yang lebih panjang: memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasi memiliki kemampuan untuk membangun kehidupan yang mandiri setelah sumber daya alam dikelola.

Perspektif tersebut menjadi salah satu praktik yang dibagikan PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari grup MIND ID, dalam sosialisasi MediaMIND 2026 di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Senin (31/8/2026).

Di hadapan sekitar 150 mahasiswa dan 50 jurnalis, Head of External Relations Regional & Growth PT Vale Indonesia Tbk, Endra Kusuma, memaparkan sejumlah program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan perusahaan di wilayah operasionalnya.

Menurut Endra, pemberdayaan masyarakat tidak semestinya ditempatkan sebagai program bantuan semata. Pendekatan yang dikembangkan PT Vale diarahkan untuk membangun kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat potensi ekonomi dan lingkungan yang dapat bertahan dalam jangka panjang.

“Program pemberdayaan yang kami jalankan bukan sekadar bantuan, melainkan upaya membangun kemandirian ekonomi dan ekologi masyarakat secara berkelanjutan, mulai dari pertanian, perikanan, hingga pengelolaan lingkungan,” kata Endra.

Program tersebut dijalankan di tiga provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Perusahaan mengklaim perencanaan program dilakukan berdasarkan pemetaan sosial yang dilakukan secara berkala untuk mengidentifikasi kebutuhan sekaligus potensi masyarakat di masing-masing wilayah.

Ada tiga fokus utama yang menjadi pijakan program PPM PT Vale, yakni pengembangan sumber daya manusia, pengembangan penghidupan berkelanjutan, serta penguatan resiliensi sosial-ekologi.

Sejumlah praktik kemudian dikembangkan berdasarkan karakteristik wilayah. Di Sulawesi Selatan, misalnya, PT Vale mendorong pengembangan kawasan agrowisata berbasis komoditas nanas di Desa Tabarano. Perusahaan juga menjalankan program konservasi ekosistem pesisir dan laut di kawasan Malili.

Di Morowali, Sulawesi Tengah, pemberdayaan diarahkan pada sektor pertanian melalui dukungan terhadap pengembangan pertanian organik yang telah menghasilkan beras bersertifikat.

Sementara di Kolaka, Sulawesi Tenggara, PT Vale mengembangkan Sekolah Lapang Kakao. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas petani, memperbaiki kualitas hasil panen, sekaligus membuka peluang peningkatan nilai tambah komoditas kakao.

Endra mengatakan keberadaan berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menghubungkan pengelolaan sumber daya mineral dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang bagaimana kami mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana masyarakat di sekitar wilayah operasi memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan membangun masa depannya secara mandiri,” ujarnya.

Media dan Kampus Didorong Angkat Cerita dari Wilayah Tambang

Praktik pemberdayaan masyarakat tersebut diperkenalkan dalam rangkaian sosialisasi MediaMIND 2026. Kompetisi karya jurnalistik yang digelar Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, itu tahun ini mengangkat tema “Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri.”

MediaMIND 2026 menjadi ruang bagi jurnalis, mahasiswa, akademisi, dan pengamat untuk mengangkat berbagai cerita mengenai industri pertambangan, termasuk dampaknya terhadap masyarakat dan pembangunan daerah.

Ada enam subtema yang ditawarkan dalam kompetisi tersebut, yakni Ekonomi dan Investasi; ESG & Green Mining; Hilirisasi, Industrialisasi dan Ketahanan Mineral Indonesia; Kontribusi Sosial Masyarakat; serta Transformasi dan Inovasi.

Direktur Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Suhasman, S.Hut., M.Si., IPM, menilai keterlibatan media dan perguruan tinggi penting untuk memperluas perspektif publik mengenai berbagai perkembangan di sektor pertambangan.

“Media dan kampus memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan mendidik. Kolaborasi seperti MediaMIND ini penting untuk terus dijaga dan diperluas,” ujar Suhasman.

Bagi jurnalis, tantangannya bukan sekadar memberitakan aktivitas pertambangan, tetapi menggali lebih jauh perubahan yang terjadi di tengah masyarakat. Mulai dari bagaimana program pemberdayaan mengubah mata pencaharian warga, bagaimana inovasi lokal berkembang, hingga sejauh mana pengelolaan sumber daya alam memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah operasi.

Karya yang dapat diikutsertakan dalam MediaMIND 2026 merupakan karya yang dipublikasikan pada periode 15 September 2025 hingga 17 September 2026.

Batas akhir pengumpulan karya kategori jurnalis ditetapkan pada 17 September 2026. Sementara kategori umum, akademisi, dan pengamat masih dibuka hingga 25 Oktober 2026.

Informasi mengenai kategori, persyaratan, dan pendaftaran MediaMIND 2026 tersedia melalui tautan resmi panitia. (*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *