Banner

Kalla Beton Olah Limbah Cutting Bata Ringan, Penggunaan Pasir Turun 8 Persen

 Kalla Beton Olah Limbah Cutting Bata Ringan, Penggunaan Pasir Turun 8 Persen
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id– Upaya menekan penggunaan sumber daya sekaligus mengurangi limbah produksi terus dilakukan Kalla Beton. Salah satunya melalui pemanfaatan Waste Bata Ringan, yakni limbah hasil pemotongan (cutting) bata ringan yang kembali diolah menjadi bahan baku produksi.

Inovasi tersebut membuat Kalla Beton mampu mengurangi penggunaan pasir sekitar 8 persen dalam proses produksi bata ringan. Efisiensi itu dicapai tanpa mengurangi mutu, kekuatan, maupun karakteristik produk yang dihasilkan.

Dalam penerapannya, komposisi bahan baku yang sebelumnya menggunakan 100 persen pasir dioptimalkan menjadi 92 persen pasir dan 8 persen Waste Bata Ringan. Limbah hasil proses cutting tersebut tidak langsung digunakan, melainkan terlebih dahulu melalui tahapan pengolahan dan penyaringan atau filtrasi.

Dari sisi penggunaan bahan baku, perubahan komposisi tersebut berdampak pada penurunan kebutuhan pasir dari sekitar 330 kilogram menjadi 303,6 kilogram untuk setiap 1 meter kubik bata ringan.

Artinya, terdapat penghematan sekitar 26,4 kilogram pasir pada setiap 1 m³ produksi atau setara dengan pengurangan penggunaan pasir sekitar 8 persen.

Bata Ringan & Mortar Manager Kalla Beton, Muhammad Shobir, mengatakan pemanfaatan limbah tersebut merupakan bagian dari langkah perusahaan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendorong penerapan praktik industri yang lebih berkelanjutan.

“Pemanfaatan Waste Bata Ringan merupakan salah satu inovasi yang kami kembangkan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya di dalam proses produksi. Melalui pengolahan limbah cutting menjadi bahan baku yang kembali bernilai, kami tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan pasir, tetapi juga memastikan kualitas Bata Ringan Kalla Beton tetap memenuhi standar yang telah ditetapkan,” jelas Shobir.

Menurut dia, inovasi tersebut menunjukkan bahwa upaya efisiensi penggunaan bahan baku dapat dilakukan secara bersamaan dengan menjaga kualitas produk.

Sementara itu, Production Bata Ringan Section Head Kalla Beton, Ahmad Biadi, menegaskan bahwa pemanfaatan Waste Bata Ringan dilakukan dengan pengendalian mutu yang ketat.

Setiap limbah yang akan digunakan kembali harus melalui proses pengolahan dan filtrasi sesuai standar operasional perusahaan. Pengujian juga dilakukan secara berkala untuk memastikan produk yang dihasilkan tetap memiliki mutu, kekuatan, dan kualitas yang konsisten sesuai spesifikasi Kalla Beton.

“Setiap Waste Bata Ringan yang digunakan telah melalui proses pengolahan dan filtrasi sesuai standar operasional perusahaan sebelum dicampurkan kembali ke dalam proses produksi. Kami juga melakukan pengujian secara berkala untuk memastikan bahwa setiap bata ringan yang diproduksi tetap memiliki mutu, kekuatan, dan kualitas yang konsisten,” ujar Ahmad.

Pemanfaatan limbah produksi sebagai bahan baku baru ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Kalla Beton menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam kegiatan operasionalnya. Material yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah kini kembali memiliki nilai guna dalam proses produksi.

Langkah tersebut tidak hanya berorientasi pada efisiensi bahan baku, tetapi juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi limbah dan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

Kalla Beton menyatakan akan terus mengembangkan inovasi serupa untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi penggunaan bahan baku, serta memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasional perusahaan. (*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *