2.557 Pendaki Padati Gunung Bawakaraeng, Basarnas Siagakan 211 Personel
GOWA, Radioalmarkaz.co.id- Sebanyak 2.557 pendaki tercatat melakukan pendakian Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, untuk mengikuti rangkaian pengibaran bendera Merah Putih dalam memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.
Mengantisipasi berbagai kondisi darurat selama kegiatan pendakian, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar menggelar Siaga Khusus Merah Putih mulai 15 hingga 18 Agustus 2026.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan kesiapsiagaan dilakukan untuk memastikan aktivitas pendakian berlangsung aman sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi keadaan darurat.
“Fokus kami adalah memastikan seluruh pendaki dapat menjalankan kegiatan dengan aman. Apabila terjadi kondisi darurat, tim dapat segera memberikan pertolongan,” ujar Arif.
Pada hari kedua pelaksanaan Siaga Khusus, Minggu (16/8/2026), tim SAR melakukan pemantauan terhadap pergerakan pendaki menuju puncak Gunung Bawakaraeng.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 2.557 pendaki telah terdata melalui sejumlah jalur pendakian. Rinciannya, 94 orang melalui jalur registrasi Lembanna, 1.195 orang melalui Bulu Balea, 872 orang melalui Tassoso, dan 396 orang melalui Kanreapia.
Untuk mendukung pengamanan, Basarnas Makassar menempatkan personel di sejumlah titik strategis. Di antaranya Posko Lembanna, Posko Aju Bulu Balea, Pos 5, Pos 7, Pos 8 jalur Lembanna, kawasan puncak Gunung Bawakaraeng, Lembah Ramma, hingga jalur Tassoso.
Sebanyak 211 personel dari berbagai unsur SAR dilibatkan dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari Tim Rescue KPP Makassar dan sejumlah organisasi serta komunitas SAR dan relawan.
Arif mengatakan hingga laporan Siaga Khusus hari kedua diterbitkan, belum ada pendaki yang dilaporkan mengalami kondisi darurat.
“Situasi masih aman dan belum ada laporan pendaki yang mengalami trouble. Meski demikian, kami mengimbau seluruh pendaki tetap berhati-hati, menjaga kondisi fisik, membawa perlengkapan yang sesuai, serta mengikuti arahan petugas dan relawan di lapangan,” katanya.
Tim SAR gabungan mulai bergerak menuju titik penempatan pada Sabtu (15/8/2026) malam. Pemantauan kemudian dilakukan sejak Minggu pagi pukul 07.00 WITA terhadap pergerakan pendaki menuju puncak.
Saat pemantauan berlangsung, kondisi cuaca di kawasan Gunung Bawakaraeng dilaporkan cerah. Meski demikian, pendaki diminta tetap mewaspadai perubahan cuaca dan tidak memaksakan diri apabila mengalami kelelahan maupun gangguan kesehatan.
“Semangat memperingati kemerdekaan harus tetap dibarengi dengan kesadaran keselamatan. Jangan sampai euforia pendakian membuat kita mengabaikan kondisi diri sendiri maupun lingkungan,” tutur Arif.
Siaga Khusus Merah Putih akan berlangsung hingga 18 Agustus 2026. Selama periode tersebut, personel SAR gabungan tetap disiagakan di sejumlah titik untuk melakukan pemantauan sekaligus memberikan respons cepat jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Basarnas Makassar mengimbau seluruh pendaki menjadikan keselamatan sebagai prioritas selama mengikuti rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Gunung Bawakaraeng.(*)



