Kenalkan LONTARA+ di Anti Mager, Pemkot Makassar Perkuat Akses Layanan Publik Digital
Makassar, Radioalmarkaz.co.id – Pemerintah Kota Makassar terus mempercepat transformasi pelayanan publik melalui LONTARA+ (Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar), sebuah super apps yang mengintegrasikan ratusan layanan pemerintah ke dalam satu platform digital.
Kehadiran aplikasi ini mendapat apresiasi dari masyarakat saat disosialisasikan pada kegiatan Anti Mager yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Sabtu (11/7/2026).
LONTARA+ merupakan program unggulan Pemerintah Kota Makassar yang dirancang untuk menghadirkan layanan publik yang cepat, mudah, inklusif, dan terintegrasi.
Aplikasi ini menggabungkan sekitar 358 layanan yang sebelumnya tersebar di berbagai perangkat daerah, sehingga masyarakat tidak lagi perlu mengunduh banyak aplikasi untuk mengakses layanan pemerintah.
Melalui LONTARA+, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan seperti administrasi pemerintahan, informasi kegiatan dan berita resmi pemerintah, layanan perizinan, pengaduan masyarakat, hingga berbagai layanan publik lainnya hanya melalui satu aplikasi.
Pembaruan terbaru juga menghadirkan fitur pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pelacakan status aduan secara real time, notifikasi perkembangan laporan, serta layanan chat langsung dengan petugas.
Salah satu keunggulan LONTARA+ adalah menjadi kanal resmi yang menjembatani komunikasi antara masyarakat dan Pemerintah Kota Makassar. Melalui fitur aduan, warga dapat menyampaikan berbagai keluhan maupun aspirasi secara digital, yang kemudian diteruskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk ditindaklanjuti dengan lebih cepat dan transparan.
Sosialisasi aplikasi tersebut mendapat respons positif dari Faisal, warga Makassar. Menurutnya, LONTARA+ merupakan inovasi yang sangat membantu masyarakat dalam memperoleh berbagai layanan pemerintah.
“Saya kira ini aplikasi yang luar biasa. Dengan satu aplikasi saja masyarakat sangat dimudahkan. Tidak perlu lagi mengakses banyak platform. Cukup melalui handphone, masyarakat bisa mendapatkan berbagai informasi dan layanan dengan mudah,” ujar Faisal.
Ia berharap Pemerintah Kota Makassar terus memperluas sosialisasi LONTARA+ agar semakin banyak masyarakat mengenal dan memanfaatkan layanan digital tersebut.
“Harapannya tentu aplikasi ini lebih disosialisasikan lagi kepada masyarakat luas agar warga semakin mudah mendapatkan layanan-layanan dari Pemerintah Kota Makassar,” katanya.
Selain memperkenalkan berbagai fitur layanan, kehadiran stan Pemerintah Kota Makassar pada kegiatan Anti Mager menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik.
Dengan inovasi ini, LONTARA+ diharapkan semakin memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan, serta mampu menjembatani kebutuhan dan aspirasi masyarakat secara efektif dalam satu genggaman. (RB)



