Pasokan Biosolar Maros Ditambah 14 Persen, Pertamina Jaga Kelancaran Jalur Trans Sulawesi
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengambil langkah cepat untuk menjaga kelancaran distribusi Biosolar subsidi di Kabupaten Maros menyusul meningkatnya aktivitas kendaraan logistik dan angkutan barang yang melintasi jalur Trans Sulawesi.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah SPBU di wilayah Maros mengalami peningkatan volume pengisian Biosolar, khususnya pada jam-jam tertentu. Kondisi tersebut berdampak pada munculnya antrean kendaraan di sejumlah titik yang menjadi jalur utama transportasi dan distribusi barang.
Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut, Pertamina meningkatkan penyaluran Biosolar sekitar 14 persen dibandingkan rata-rata penyaluran normal harian yang berada pada kisaran 212 kiloliter per hari.
Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo, mengatakan penguatan pasokan dilakukan guna memastikan kebutuhan sektor logistik dan masyarakat tetap terpenuhi.
“Selama tiga hari terakhir, penyaluran Biosolar ke wilayah Maros telah kami tingkatkan sekitar 14 persen dibandingkan rata-rata penyaluran harian normal. Langkah ini kami lakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan kendaraan logistik dan angkutan barang yang melintas di jalur Trans Sulawesi,” ujar Yoga.
Selain penyaluran reguler, Pertamina juga melakukan extradropping sebanyak 48 kiloliter Biosolar yang telah disalurkan ke delapan SPBU di wilayah Maros. Hingga saat ini, kondisi stok Biosolar di SPBU terpantau aman dan tersedia untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Untuk memperlancar pelayanan, Pertamina turut menyiagakan petugas marshal pada SPBU yang mengalami peningkatan antrean. Kehadiran petugas tersebut bertujuan mengatur arus kendaraan agar proses pengisian BBM berjalan lebih tertib dan efisien.
Tidak hanya itu, Pertamina juga menyiapkan langkah lanjutan berupa penguatan stok atau build up stock pada sejumlah SPBU prioritas selama lima hari ke depan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga ketahanan pasokan sekaligus mengantisipasi potensi peningkatan konsumsi Biosolar.
Di sisi lain, Pertamina menjalin koordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk memetakan titik pengisian kendaraan logistik agar distribusi kendaraan ke SPBU dapat lebih merata dan mengurangi penumpukan antrean pada lokasi tertentu.
Pengawasan distribusi Biosolar subsidi juga diperkuat melalui kolaborasi bersama Aparat Penegak Hukum (APH) dan pemangku kepentingan terkait. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tetap tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan oleh sektor produktif yang berhak menerima.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa kondisi stok Biosolar subsidi di Sulawesi Selatan secara umum berada dalam kondisi aman.
“Pertamina memastikan stok Biosolar subsidi di wilayah Sulawesi Selatan dalam kondisi aman dan penyaluran terus berjalan. Kami melakukan monitoring secara berkala terhadap kondisi stok, distribusi, serta pelayanan di SPBU agar kebutuhan energi masyarakat dan sektor logistik tetap terpenuhi,” kata Lilik.
Pertamina juga mengimbau masyarakat dan pengguna Biosolar subsidi untuk melakukan pembelian sesuai kebutuhan dan memanfaatkan BBM subsidi sesuai peruntukannya agar distribusi energi dapat berjalan optimal. (*)
Masyarakat yang menemukan kendala layanan, antrean tidak wajar, maupun indikasi penyalahgunaan BBM subsidi dapat melaporkannya melalui Pertamina Contact Center 135 yang siap melayani selama 24 jam.



