Bumi Karsa Hadirkan Fasilitas Pendidikan Modern dan Inklusif di 6 Sekolah
JAKARTA, Radioalmarkaz.co.id-Ribuan siswa di Jakarta Pusat kini menikmati fasilitas belajar yang lebih modern, aman, dan nyaman setelah enam sekolah negeri hasil pembangunan Kerja Sama Operasi (KSO) PT Bumi Karsa dan PT Hutama Karya resmi beroperasi penuh.
Proyek yang menjadi bagian dari program revitalisasi sarana pendidikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut menghadirkan wajah baru bagi sejumlah sekolah yang sebelumnya dinilai sudah tidak lagi memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Dengan total luas bangunan mencapai 40.059 meter persegi, seluruh sekolah dirancang menggunakan konsep pendidikan modern yang mampu menampung sekitar 700 hingga 1.000 siswa.
Keenam fasilitas pendidikan yang telah selesai dibangun meliputi SDN Kampung Bali 01, SDN Pasar Baru 01/03/05 dan TK Negeri Sawah Besar 01, SDN Duri Pulo 01/02/03/04/05/10, SDN Karang Anyar 01/02/05/06/08, SDN Cikini 01/02 dan USB SMA, serta KBN Cempaka Baru dan PKBM 29 Cempaka Baru.
Chief Executive Officer PT Bumi Karsa, Kamaluddin, mengatakan pembangunan infrastruktur pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang memiliki peran penting dalam mencetak generasi masa depan.
“Kami berupaya menghadirkan fasilitas pendidikan yang tidak hanya kokoh secara konstruksi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan mendukung perkembangan siswa secara optimal,” ujarnya.
Proyek yang didanai melalui APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2024 tersebut dirampungkan pada pertengahan 2025 dan saat ini memasuki masa pemeliharaan hingga Juli 2026. Selama proses pembangunan, bangunan lama diremajakan secara menyeluruh menjadi gedung sekolah bertingkat empat hingga enam lantai dengan standar keselamatan dan kenyamanan yang lebih baik.
Selain ruang kelas yang lebih luas dan terang, sekolah-sekolah tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti laboratorium, perpustakaan, ruang guru, ruang kepala sekolah, UKS, lapangan olahraga, lift, hingga toilet ramah difabel.
Untuk mendukung kualitas pekerjaan, KSO Hutama Karya–Bumi Karsa menerapkan teknologi Building Information Modeling (BIM) dalam seluruh tahapan proyek. Pemanfaatan teknologi digital tersebut memungkinkan proses perencanaan lebih presisi, koordinasi lintas tim yang lebih efektif, serta pengawasan progres pekerjaan secara real time.
Chief Operating Officer New Business PT Bumi Karsa, Fajaruddin, menjelaskan bahwa proyek ini menjadi salah satu contoh penerapan konsep infrastruktur masa depan yang mengedepankan keberlanjutan dan inovasi.
“Proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan langkah strategis kami dalam menghadirkan infrastruktur modern masa depan. Kami mengintegrasikan konsep bangunan ramah lingkungan melalui optimalisasi ventilasi alami, pemanfaatan panel surya, serta fasilitas yang sepenuhnya inklusif bagi penyandang disabilitas,” kata Fajaruddin.
Tak hanya menghadirkan manfaat bagi dunia pendidikan, proyek tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Selama masa konstruksi berlangsung, sekitar 1.000 tenaga kerja lokal terlibat dalam pengerjaan proyek.
Dengan selesainya pembangunan enam sekolah tersebut, PT Bumi Karsa dan PT Hutama Karya berharap kehadiran fasilitas pendidikan yang lebih representatif dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sekaligus mendukung lahirnya generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)



