Verso Barista Academy Kembali Buka Kelas Batch 40, Siapkan Generasi Coffeepreneur dari Timur Indonesia
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id – Industri kopi di Indonesia Timur terus menunjukkan geliat positif. Melihat peluang tersebut, Verso Barista Academy kembali menggelar pelatihan intensif Kelas Barista Reguler Batch 40 sebagai upaya mencetak SDM unggul yang siap bersaing di industri kopi nasional.
Program pelatihan ini berlangsung selama empat hari, mulai 8 hingga 11 Mei 2026 di Aster Room, Lantai 1 Almadera Hotel Makassar, Jalan Somba Opu No. 235.
Tak sekadar mengajarkan teknik meracik kopi, pelatihan ini juga dirancang untuk membentuk pola pikir bisnis bagi para peserta. Mengusung kampanye #BUKANSEKEDARBARISTA, peserta dibekali keterampilan teknis hingga pemahaman membangun usaha kedai kopi secara profesional.
Materi pelatihan disusun bertahap, dimulai dari pengenalan dasar kopi dan profesi barista pada hari pertama. Selanjutnya peserta mempelajari teknik manual brew, kemudian praktik espresso dan latte art, hingga materi penutup mengenai strategi membangun bisnis coffee shop melalui sesi coffeepreneurship startup.
Kelas ini dipandu langsung oleh Haydier Sas yang dikenal memiliki pengalaman panjang di industri kopi dan mixology. Ia tercatat sebagai anggota aktif Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) dan Specialty Coffee Association (SCA) global.
Selain itu, Haydier juga pernah masuk jajaran Top 13 World Mixologist Finalist serta mengantongi sertifikasi Master Instruktur dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) RI.
Pihak penyelenggara menyebut pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan barista profesional sekaligus pelaku usaha baru di sektor food and beverage, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Peserta juga diimbau mengenakan pakaian rapi dan membawa alat tulis pribadi selama pelatihan agar proses pembelajaran berjalan maksimal.
Melalui pelatihan berkelanjutan ini, Verso Barista Academy menargetkan diri menjadi salah satu pusat pengembangan talenta kopi dan ekonomi kreatif yang mampu mencetak coffeepreneur muda berdaya saing global. (*)



