500 Guru Ikut Uji Kompetensi Calon Kepala Sekolah di Makassar
MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Sebanyak 500 guru tingkat SD dan SMP di Kota Makassar mengikuti Uji Kompetensi (UK) sebagai bagian dari proses seleksi terbuka calon kepala sekolah yang digelar Pemerintah Kota Makassar.
Pelaksanaan UK berlangsung pada 24–25 November 2025 di Kantor Regional IV BKN Makassar. Ujian ini dikoordinasikan oleh BKPSDMD Kota Makassar, sementara Dinas Pendidikan hanya mengirimkan nama-nama peserta yang memenuhi syarat administrasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan UK menjadi tahap penting dalam menyeleksi calon pemimpin sekolah yang akan mengisi jabatan di 314 SD dan 55 SMP.
“Kami menjalankan semua tahapan sesuai ketentuan. Peserta yang tidak lolos administrasi rata-rata karena kurang teliti mengunggah dokumen—mulai dari bukti pengalaman manajerial, SK PLt, hingga surat tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin,” jelasnya.
Achi juga meluruskan keluhan terkait batas usia. Menurutnya, sistem menghitung usia secara presisi sesuai tanggal. Contohnya, peserta yang secara sistem masih 56 tahun tetap bisa ikut seleksi meski segera berusia 57 tahun.
Setelah UK selesai, Dinas Pendidikan bersama tim seleksi independen akan melakukan pemeringkatan dan menentukan peserta yang berhak lanjut ke tahap wawancara.
“Semua proses transparan dan sesuai regulasi, termasuk ketentuan dua periode jabatan kepala sekolah,” tegas Achi.
Sementara itu, Kepala BKPSDMD Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, menegaskan bahwa UK bukan penentu lulus atau tidaknya seseorang menjadi kepala sekolah, tetapi untuk memetakan kompetensi ASN.
“Uji kompetensi itu untuk melihat level kemampuan masing-masing. Hasilnya akan diserahkan ke Wali Kota sebagai bahan pertimbangan sebelum penempatan,” ujarnya.
Kamelia menyebut seluruh ASN sebenarnya wajib mengikuti UK. Sebelumnya, Pemkot bahkan mendapat kuota lebih dari seribu pegawai untuk uji kompetensi serupa dari BKN.
Hasil UK bagi peserta seleksi kepala sekolah ditargetkan sudah diterima pekan depan. “Nanti diranking, kemudian dianalisis bersama masa kerja, pendidikan, dan hasil seleksi lainnya,” tutup Kamelia. (*)



