5 Rumah di Pampang Masuk Daftar “Program Bedah Rumah”
MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Menteri Perumahan Kawasan Pemukiman, Maruar Siregar bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian didampingi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham melakukan kunjungan kerja ke sejumlah titik lokasi bedah rumah di Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang, Kamis (11/9/2025).
Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dan tidak melibatkan dana APBN, melainkan berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan swasta.
Dalam kunjungan tersebut, Maruar meninjau langsung lima titik bedah rumah yang tengah dikerjakan, salah satunya melibatkan dukungan dari grup usaha milik Ciputra.
“Ini adalah bentuk kepedulian sosial dari dunia usaha melalui CSR. Jadi, tidak menggunakan dana dari APBN. Kami mengajak semua pihak untuk meningkatkan solidaritas dan gotong royong melalui program seperti ini,” ujar Menteri Maulana.
Rombongan menyusuri lorong-lorong sempit selama kurang lebih satu jam, mendatangi rumah warga yang dinilai tidak layak huni. Sebanyak enam rumah warga dikunjungi secara langsung, yang seluruhnya masuk dalam program bantuan bedah rumah melalui dukungan dana CSR.
Tito Karnavian menyampaikan bahwa dirinya bersama Menteri PKP, Ara, ingin memanfaatkan momentum berkunjung ke Kota Makassar sekaligus untuk melihat langsung kondisi pemukiman masyarakat setempat.
“Tujuan utama kami kesini untuk menyerahkan rumah, sekaligus memanfaatkan moment ini dengan mendatangi rumah-rumah yang tidak layak. Kegiatan disini spesifik untuk membantu seluruh rumah tersebut untuk dilakukan renovasi,” jelasnya.
Munafri menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi warga di kawasan padat penduduk tersebut. Ia berharap bantuan CSR yang segera dijalankan bisa memberikan hunian yang lebih layak dan sehat bagi masyarakat di Pampang.
“Kunjungan pemerintah pusat sangat berarti karena membuka jalan bagi perbaikan rumah-rumah warga tak layak huni,” katanya.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Makassar, Mahyuddin, menjelaskan bahwa kawasan Pampang memang masuk dalam prioritas pertama perbaikan lingkungan kumuh di Makassar.
Lebih lanjut, Mahyuddin merincikan hingga saat ini lima dari enam rumah yang ditinjau telah diverifikasi dan satu rumah lainnya masih dalam proses. Seluruh program renovasi ini akan didanai melalui skema CSR dari pihak swasta.
“Pelaksanaannya kami tunggu dari pihak CSR. Kalau memungkinkan, bulan ini atau bulan depan sudah bisa dimulai, jadi sesegera mungkin dapat terlaksana,” ujarnya.
Indikator rumah yang dipilih, kata Mahyuddin, adalah rumah milik masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan kondisi tidak layak huni.
“Rata-rata yang kami kunjungi tadi adalah rumah keluarga MBR yang memang sudah tidak layak lagi ditinggali,” jelasnya. (RB)



