Banner

Selvi Ananda Kagun dan Puji Ragam Kuliner di Sulsel

 Selvi Ananda Kagun dan Puji Ragam Kuliner di Sulsel
Banner
Banner

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Pembina Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, Selvi Gibran Rakabuming memuji ragam kuliner di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai dari makanan hingga minumannya.

 

Istri dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming itu mengaku sudah berkunjung tiga kali ke Makassar dan kuliner menjadi salah satu alasan untuk balik berkunjung ke Kota Daeng.

 

“Mungkin sudah ketiga kali dan selalu menarik untuk datang ke Makassar,” ujarnya saat menyampaikan sambutan pada pembukaan kegiatan Warna Budaya di Benteng Fort Rotterdam, Makassar, Kamis, 22 Mei 2025.

 

Pada kunjungannya kali ini, Selvi mencoba ikon makanan Makassar yaitu coto dan pisang ijo.

 

“Dan tidak lupa kulinernya yang sudah kita cicipi. Mulai dari coto Makassar, kemudian kita tadi makan buras dengan bakso. Tadi ada sop ayam, siomay, kemudian es pisang hijau,” terangnya.

 

Ia kagum dengan banyaknya kuliner di Sulsel.

 

“Sudah semua, Pak. Ternyata daftarnya masih banyak lagi yang belum kita cicipi,” sebutnya.

 

Selain kuliner, Selvi juga terkesima dengan cagar budaya, bahasa, sejarah, dan produk UMKM yang melimpah di Sulsel.

 

“Jadi banyak sekali yang dimiliki oleh Provinsi Sulawesi Selatan.

Mulai dari bahasanya, kemudian budayanya, bangunan-bangunan bersejarah, kerajinan-kerajinannya.

Itulah salah satu bukti bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa,” imbuhnya.

 

Ia menjelaskan, jika diulik lagi Provinsi Sulsel memiliki banyak keunikan, belum lagi daerah lain di Indonesia yang memiliki ciri khas masing-masing.

 

“Itu baru salah satu contoh dari Provinsi Sulawesi Selatan, padahal masih banyak provinsi lain di Indonesia. Jadi setiap provinsi, setiap daerah mempunyai ciri khas dan keunikannya masing-masing. Dan itu yang harus kita terus pertahankan. Kita harus terus mencarikan inovasi, ke depannya harus seperti apa, agar warisan budaya ini tetap terjaga dengan baik dan tidak hilang nilai-nilai kebudayaannya,” pungkasnya.

Andi Sudirman Kenalkan Budaya Sulsel ke Selvi Ananda

MAKASSAR, – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman memperkenalkan Budaya yang dimiliki Provinsi Sulsel kepada Pembina Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni), Selvi Gibran Rakabuming pada pembukaan kegiatan Warna Budaya di Benteng Fort Rotterdam Makassar, Kamis, 22 Mei 2025.

Andi Sudirman sedikit menceritakan sejarah Benteng Fort Rotterdam berdiri pada zaman penjajahan Belanda. Selain itu ia juga memperkenalkan Benteng Somba Opu yang memiliki nilai sejarah yang patut diketahui oleh masyarakat.

“Masih banyak benteng lainnya di Sulawesi Selatan, termasuk Benteng Somba Opu yang merupakan salah satu yang terbesar. Kami dari pemerintah provinsi ingin memugar dan mengembalikan nilai sejarah benteng tersebut, tetapi saat ini kami masih mengumpulkan data-data pendukung,” tukas Andi Sudirman saat menyampaikan sambutannya.

“Pemugaran Benteng Somba Opu terus kami dorong. Di sana masih ada masjid tua, pagar, dan struktur benteng yang menjadi bukti bahwa kapal-kapal Belanda pernah bersandar di wilayah ini,” ujar Andi Sudirman.

Melihat pentingnya melestarikan warisan budaya, kata Andi Sudirman baik berupa bangunan bersejarah maupun bahasa daerah yang kian memudar.

Menurutnya jika sejak dini anak-anak tidak dibiasakan berbahasa daerah, maka Sulsel bisa kehilangan jejak sejarah dan identitas budayanya.

Ia menjelaskan Sulawesi Selatan, memiliki lebih dari 14 dialek yang berbeda, tetapi penggunaannya semakin tergerus oleh perkembangan zaman.

“Kami sudah menjalankan program satu hari berbahasa daerah di sekolah dan instansi. Ini langkah kecil tapi penting. Kalau tidak dijaga, bisa hilang suatu saat nanti,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung potensi wisata budaya dan alam Sulawesi Selatan yang menurutnya belum dimaksimalkan.

Salah satunya adalah kawasan prasejarah Leang-Leang di Maros, yang telah ditetapkan sebagai bagian dari Global Geopark UNESCO.

Di situs tersebut terdapat lukisan tangan manusia purba berusia 40 ribu tahun. Serta fenomena geologis seperti karang laut yang berada di ketinggian 300 meter.

“Kami juga ingin menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan sangat kaya akan potensi pariwisata. Termasuk wisata pantai, budaya, dan warisan geologi. Pada tahun 2023, bersama Pemda Maros dan Pangkep, kami berhasil menjadikan wilayah ini sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark. Ini tak lepas dari dukungan Kementerian Pariwisata, dan kami sangat berterima kasih,” sebutnya.

Sementara itu Pembina Seruni Selvi Gibran Rakabuming lewat sambutannya mengatakan, keberagaman budaya yang ada di Nusantara termasuk di Sulsel menjadi tanggung jawab seluruh elemen untuk dijaga, agar generasi berikutnya tetap mengetahui nilai budaya dan sejarah yang ada di Indonesia.

“Ini adalah bukti keberagaman kebudayaan Indonesia yang sangat luar biasa. Dan ini menjadi tugas kita bersama ke depannya untuk menjaga dan mempertahankan semua itu. Senang sekali hari ini kita bisa berkunjung ke Sulawesi Selatan, di Makassar,” paparnya.

Istri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka itu, berharap lewat program pemerintah yang terus memperkenalkan budaya dan sejarah ke masyarakat, dapat menjaga nilai-nilai yang selama ini terjaga.

“Semoga cagar budaya ini bisa terus kita lestarikan dan jaga bersama, sehingga tidak hilang nilai-nilainya. Karena cagar budaya adalah panggung sejarah, dan kita perempuan adalah penjaga narasinya. Semoga Allah SWT senantiasa meridohi setiap langkah yang kita lakukan,” ujarnya.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *