Pemprov Sulsel Gelar Pertemuan, Bahas Solusi Melonjaknya Harga Telur

MAKASSAR, RAZFM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Forum Group Discussion (FGD) untuk membahas perkembangan harga telur ayam ras yang dua bulan terakhir mengalami kenaikan di Toraja Lounge, Kantor Gubernur Sulsel, Jumat, 02/09/22.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk melihat perkembangan harga telur yang ada di pasar saat ini serta mencari solusi, untuk terciptanya keseimbangan harga di pasar.
Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Sulsel, Yusuf Madeami menjelaskan kenaikan harga telur ini wajar terjadi.
“Sebetulnya harga telur sekarang ini bukan mahal, inilah harga yang sebenarnya. Karena peternak baru untung, makanya saya menyampaikan peternak itu belum untung sampai sekarang, baru mengembalikan utang,” terangnya.
Yusuf menambahkan terjadinya kenaikan telur disebabkan juga oleh populasi ayam yang menurun sejak tahun lalu, secara otomatis jumlah produksi berkurang sehingga mempengaruhi pendapatan peternak.
“Tahun lalu rugi, akibat populasi yang berkurang terus, dan harga telur turun, peternak ikut merugi,” pungkasnya.
Sementara itu, Ruhul Arqam Zainuddin
Sales Manager Japfa mengatakan,
Populasi turun 20-40 persen menyebabkan produksi menurun ditambah permintaan yang meningkat yakni bantuan sosial menyebabkan harga telur mengalami kenaikan harga.
“Terjadi penurunan populasi berarti terjadi penurunan produksi telur. Dengan penurunan produksi, tersebut maka permintaan pun meningkat secara otomatis, harga telur itu naik. Peningkatan produksi telur diakibatkan adanya program bantuan sosial yang dijadikan satu, secara otomatis yang menarik itu banyak, permintaan telurnya dari tiga bulan jadi satu, satu sisi suplai telur berkurang karena populasi yang turun dan menyebabkan peningkatan,” tutur Ruhul.
“Diharapkan bantuan itu, tapi kalau bisa perbulan sehingga penarikan suplai di pasar itu relatif bisa stabil gitu, sehingga gejolak harga telur ini juga bisa lebih satabil,” tutupnya.



