Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi budaya dan kuliner Indonesia, tetapi juga membuka peluang kerja sama internasional yang lebih konkret bagi Kota Makassar.

Pemerintah Kota Makassar mengungkapkan sedikitnya delapan negara telah menyatakan ketertarikan untuk melanjutkan komunikasi dan pembahasan lebih rinci terkait peluang investasi maupun kerja sama pembangunan pasca pelaksanaan IGS 2026.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan berbagai pertemuan yang berlangsung selama rangkaian kegiatan berhasil memperkenalkan potensi Kota Makassar kepada para duta besar dan delegasi dari berbagai negara.

Menurutnya, sejumlah negara menunjukkan minat terhadap berbagai sektor strategis yang ditawarkan, mulai dari pengembangan infrastruktur hingga potensi investasi kawasan kepulauan.

“Saat ini sudah ada delapan negara yang akan bertemu langsung untuk mendetailkan apa yang menjadi kebutuhan di antara kita dan apa yang bisa kita tindak lanjuti secepatnya. Harapannya, forum bisnis ini menghasilkan kesepakatan yang benar-benar bisa diwujudkan,” ujar Munafri pada Business Forum Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026 di Hotel The Rinra Makassar, Rabu (24/6/2026).

Munafri menjelaskan, pemerintah kota sengaja memanfaatkan momentum kehadiran delegasi dari puluhan negara untuk menawarkan berbagai peluang investasi yang dinilai mampu mempercepat pembangunan Makassar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

Selain investasi, sejumlah negara juga mulai menjajaki peluang kerja sama antarkota atau sister city yang dapat membuka ruang kolaborasi pada bidang ekonomi, pendidikan, budaya, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan akan mengawal seluruh peluang kerja sama yang lahir dari forum tersebut agar tidak berhenti pada tahap penjajakan.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, R. Heru Hartanto Subolo, menegaskan bahwa diplomasi harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat melalui investasi, perdagangan, maupun kerja sama pembangunan.

Menurut Heru, IGS merupakan instrumen gastrodiplomasi yang efektif untuk mempertemukan pemerintah daerah dengan mitra internasional dalam suasana yang lebih terbuka melalui pendekatan budaya dan kuliner.

Dalam forum yang dihadiri 41 delegasi dari 28 negara tersebut, tercatat delapan negara mulai menjajaki skema kerja sama dengan Kota Makassar setelah melihat langsung berbagai potensi yang dimiliki daerah ini.

“Kementerian Luar Negeri akan menindaklanjuti dan mengawal hasil dari acara ini melalui komunikasi intens dengan perwakilan negara sahabat di Jakarta serta melalui 131 perwakilan Republik Indonesia di luar negeri,” kata Heru.

Ia menilai keberhasilan Makassar menghadirkan puluhan delegasi asing sekaligus memperkenalkan peluang investasi daerah menjadi capaian penting yang dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi Sulawesi Selatan, tetapi juga Indonesia secara keseluruhan.

“Kesuksesan Makassar adalah kesuksesan Sulawesi Selatan dan kesuksesan Indonesia,” tuturnya.

Heru menambahkan, esensi diplomasi bukan sekadar membangun komunikasi, melainkan memastikan setiap peluang yang terbuka dapat berkembang menjadi kerja sama yang konkret dan berkelanjutan.

Sementara itu, Munafri mengaku optimistis respons positif para delegasi akan menjadi awal terbentuknya berbagai kemitraan internasional baru yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Kota Makassar di masa mendatang.

“Alhamdulillah mereka menyambut baik kegiatan ini. Acara terselenggara dengan baik, memberikan banyak peluang kerja sama, dan mereka juga sangat kagum dengan kuliner yang kita miliki,” pungkasnya. (*)